Posted in

Bocah Picu Kebakaran Rumah Adat di Medan Sempat Coba Padamkan Api

Suasana di sekitar Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII Medan mendadak berubah panik ketika api tiba-tiba muncul dari salah satu rumah adat Batak.

Bocah Picu Kebakaran Rumah Adat di Medan Sempat Coba Padamkan Api

Kejadian itu langsung menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Bocah berinisial M (13) menjadi sosok yang berada di lokasi saat api mulai terlihat. Ia sempat berusaha memadamkan api yang muncul, namun kobaran cepat membesar dan membuatnya ketakutan hingga menjauh dari lokasi kejadian. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kejadian Medan.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Aksi Bocah Terekam CCTV Sebelum Api Muncul

Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kebakaran. Dari hasil pengecekan kamera CCTV di sekitar lokasi, polisi melihat M berjalan menuju area rumah adat sebelum kejadian berlangsung.

Rekaman itu menjadi titik awal penyelidikan lebih lanjut. Setelah mengidentifikasi sosok dalam video, petugas langsung melakukan pencarian dan akhirnya mengamankan M untuk dimintai keterangan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Berawal dari Benda Sederhana

Dari hasil pemeriksaan, kejadian ini ternyata bermula dari interaksi antara benda-benda sederhana yang tidak disadari bahayanya oleh anak tersebut. M diketahui menemukan sebuah botol semprot baygon di sekitar lokasi.

Ia kemudian menyalakan korek api sambil menyemprotkan cairan tersebut. Tanpa disadari, kombinasi itu memicu api yang kemudian menyambar dan membakar rumah adat yang ada di area tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. M hanya bermain di sekitar lokasi tanpa memahami risiko dari tindakannya.

Baca Juga: Wow! Pemkot Medan Dapat Sapi Kurban Dari Presiden, Bobotnya Tembus 1 Ton

Latar Belakang M yang Hidup Sendirian di Medan

Informasi dari pihak kecamatan menyebutkan bahwa M berasal dari Rokan Hilir, Provinsi Riau. Ia diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap di Medan dan sering berada di area publik seperti Lapangan Merdeka.

Dalam kesehariannya, M hidup dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Ia kerap mengandalkan belas kasihan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Kondisi inilah yang membuat pihak pemerintah setempat berupaya mencari keluarga M agar bisa diberikan penanganan lebih lanjut dan pembinaan yang layak.

Upaya Penanganan dan Rencana Rehabilitasi Anak

Setelah diamankan, M tidak ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Aparat menilai peristiwa ini lebih kepada kecelakaan yang terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap bahaya.

Selanjutnya, M akan diserahkan kepada pihak kecamatan untuk proses pembinaan. Pemerintah juga berencana melibatkan Dinas Sosial jika keluarga anak tersebut tidak berhasil ditemukan.

Langkah ini diambil agar M mendapatkan pendampingan yang tepat, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. Kasus ini juga menjadi perhatian penting tentang perlindungan anak di ruang publik.