Posted in

Kenal dari Medsos, Ajak Jogging, Motor Mahasiswi Medan Malah Hilang Dibawa Kabur

Kisah mahasiswi Medan, Wahyuni Amila, menjadi sorotan setelah kehilangan motor, ponsel, dan barang berharga usai bertemu pria yang dikenal lewat media sosial.

Kenal dari Medsos, Ajak Jogging, Motor Mahasiswi Medan Malah Hilang Dibawa Kabur

Pria tersebut awalnya mengajak Wahyuni untuk berolahraga atau jogging bersama. Namun, pertemuan yang terlihat biasa itu justru berakhir dengan dugaan penipuan yang membuat korban mengalami kerugian besar.

Info Kejadian Medan akan mengulas kronologi kasus mahasiswi Medan yang kehilangan kendaraan setelah bertemu kenalan baru dari media sosial.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVENONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Berawal dari Kenalan di Media Sosial

Wahyuni mengaku pertama kali mengenal pria tersebut melalui media sosial pada Kamis (30/7/2026). Setelah beberapa kali berkomunikasi, pria itu kemudian mengajaknya bertemu secara langsung.

Pelaku mengajak Wahyuni jogging di Gor Dispora, Jalan William Iskandar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Wahyuni menerima ajakan tersebut dan datang ke lokasi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Ia pergi menggunakan sepeda motor Honda PCX miliknya.

Namun, ketika tiba di lokasi, pria yang mengajaknya bertemu justru tidak terlihat berada di gor tersebut.

Wahyuni kemudian menghubungi pria itu untuk menanyakan keberadaannya. Pelaku lalu meminta korban menjemputnya di lokasi lain.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Pelaku Mulai Mengatur Pergerakan Korban

Awalnya, pelaku meminta Wahyuni datang ke Jalan Cemara. Korban menolak permintaan tersebut karena lokasi cukup jauh.

Pelaku kemudian mengubah rencana dan meminta Wahyuni menemuinya di sekitar PDAM Jalan Tuasan. Ia beralasan motor sepupunya mengalami masalah.

Setelah bertemu, pelaku dan korban mulai berkeliling menggunakan motor milik Wahyuni. Dalam perjalanan itu, pelaku mengambil alih kendali kendaraan.

Situasi semakin membuat korban tidak curiga ketika pelaku meminjam ponselnya. Pelaku berdalih ingin menghubungi seseorang.

Setelah memegang ponsel korban, pelaku kemudian meminta Wahyuni membeli air mineral. Saat itu, kunci motor dan ponsel masih berada di tangan pelaku.

Baca Juga: Geger! Nenek di Deli Serdang Tewas Dirampok, Pelakunya Ternyata Oknum Polisi

Motor dan Barang Berharga Korban Dibawa Kabur

Perjalanan keduanya berlanjut hingga kawasan Jalan Tangkul I, Kecamatan Medan Tembung. Di lokasi tersebut, pelaku kembali meminta korban membeli sesuatu di warung.

Pelaku menyuruh Wahyuni membeli permen. Ia juga mengatakan akan mengantar kunci motor temannya terlebih dahulu.

Korban mengikuti arahan tersebut dan masuk ke warung. Namun, pelaku tidak kembali setelah beberapa waktu berlalu.

Wahyuni mulai menyadari dirinya telah menjadi korban dugaan penipuan. Ia merasa mengikuti semua arahan pelaku tanpa banyak berpikir.

“Tanpa sadar ya sudah saya beli permen dan dibilang pelaku untuk tunggu di warung itu dulu karena mau mengantar kunci motor,” ujar Wahyuni.

Kerugian Korban Capai Puluhan Juta Rupiah

Akibat kejadian tersebut, Wahyuni kehilangan sejumlah barang berharga. Barang yang hilang meliputi satu unit Honda PCX, iPhone 13, uang tunai Rp1,6 juta, serta kartu ATM.

Kartu ATM tersebut berada di dalam jok motor bersama barang lainnya. Korban juga khawatir saldo dalam rekeningnya ikut digunakan oleh pelaku.

Kejadian ini membuat Wahyuni dan keluarganya mengambil langkah hukum. Mereka ingin pihak kepolisian segera menemukan pelaku dan mengungkap kasus tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat bertemu orang baru dari media sosial.

Polisi Terima Laporan dan Lakukan Penyelidikan

Keluarga Wahyuni telah membuat laporan ke Polrestabes Medan pada Selasa (3/8). Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/3312/VIII/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut.

Pihak kepolisian akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Petugas juga akan mencari informasi terkait identitas pria yang diduga membawa kabur kendaraan korban.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan saat menjalin hubungan dengan orang yang baru dikenal secara online.

Masyarakat perlu memastikan keamanan sebelum melakukan pertemuan langsung. Jangan mudah memberikan kepercayaan penuh kepada orang yang belum dikenal secara dekat.