Mantan istri anggota polisi di Medan diduga mengakhiri hidup menggunakan senjata api milik suaminya, kasus ini kini ditangani polisi untuk mengungkap fakta.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta dalam peristiwa tersebut. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta mengumpulkan sejumlah bukti. Info Kejadian Medan akan mengulas kasus tragis mantan istri oknum polisi di Medan yang diduga mengakhiri hidup menggunakan senjata api milik mantan suaminya.
Kronologi Kejadian Bermula dari Dalam Rumah
Peristiwa itu terjadi pada Minggu sore, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban bersama mantan suaminya yang berinisial Brigadir I sedang berada di rumah mereka.
Menurut keterangan awal kepolisian, keduanya sempat beristirahat dan berbincang sebelum terjadi dugaan perselisihan. Setelah percakapan tersebut, korban diduga mengambil senjata api milik Brigadir I yang tersimpan di dalam sebuah tas di kamar.
Ferry menjelaskan bahwa Brigadir I tidak mengetahui saat korban mengambil senjata tersebut. Korban kemudian masuk ke kamar mandi sambil membawa senjata api itu secara diam-diam.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Suara Tembakan Membuat Suasana Rumah Mendadak Panik
Beberapa saat kemudian, Brigadir I mendengar suara tembakan dari arah kamar mandi. Ia langsung berusaha membuka pintu yang terkunci dari dalam karena merasa khawatir dengan kondisi korban.
Brigadir I akhirnya mendobrak pintu kamar mandi. Saat masuk, ia menemukan korban sudah tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka akibat tembakan.
Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan senjata api milik Brigadir I berada tidak jauh dari korban. Setelah pemeriksaan awal, korban dinyatakan meninggal dunia.
Melihat kondisi tersebut, Brigadir I segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian agar petugas dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Geger! Helen’s Night Mart Medan Disegel Polisi Usai Kasus Vape Narkoba Terungkap
Polisi Lakukan Olah TKP dan Kumpulkan Bukti
Setelah menerima laporan, anggota kepolisian langsung mendatangi rumah tersebut untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP. Tim kemudian memeriksa lokasi, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari pihak terkait.
Polda Sumatera Utara melibatkan beberapa tim dalam penanganan kasus ini. Di antaranya Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes), Tim Inafis, Propam, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, serta Satreskrim Polrestabes Medan.
Keterlibatan berbagai unit tersebut bertujuan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan secara menyeluruh. Polisi ingin mendapatkan gambaran jelas mengenai kronologi hingga penyebab pasti kematian korban.
Autopsi Dilakukan untuk Mengungkap Penyebab Kematian
Usai kejadian, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi. Pemeriksaan medis tersebut bertujuan mengetahui penyebab kematian sekaligus memperkuat hasil penyelidikan kepolisian.
Autopsi menjadi bagian penting dalam kasus yang melibatkan senjata api karena penyidik perlu mencocokkan berbagai temuan di lapangan dengan hasil pemeriksaan forensik.
Polisi juga masih mendalami berbagai informasi yang berkaitan dengan hubungan korban dan mantan suaminya sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Polisi Masih Dalami Dugaan Bunuh Diri
Hingga saat ini, Polda Sumut menyebut dugaan sementara mengarah pada aksi bunuh diri. Namun, penyidik tetap melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada fakta lain di balik kejadian tersebut.
Kombes Ferry Walintukan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim terkait sebelum memberikan kesimpulan akhir. Polisi meminta masyarakat menunggu proses penyelidikan agar informasi yang beredar tetap sesuai dengan fakta.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan penggunaan senjata api milik anggota kepolisian. Aparat pun terus melakukan pemeriksaan secara hati-hati untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian yang terjadi di dalam rumah tersebut.