Tembok bangunan roboh di Medan Helvetia saat renovasi membuat warga panik, seorang tukang bangunan bernama Ridho Halawa (37) meninggal dunia dalam kejadian itu.
Suara runtuhan yang sangat keras membuat warga sekitar terkejut. Salah seorang saksi bahkan menyebut suara ambruknya tembok tersebut terdengar seperti ledakan bom sehingga membuat warga langsung keluar rumah untuk mencari sumber suara. Info Kejadian Medan akan mengulas tragedi tembok roboh di kawasan Medan Helvetia yang menewaskan seorang tukang bangunan saat proses renovasi berlangsung, termasuk kronologi kejadian hingga kesaksian warga.
Tembok Bangunan Ambruk Saat Proses Renovasi Berlangsung
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (23/7/2026) siang. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan menerima laporan dari masyarakat mengenai seorang pekerja yang tertimpa runtuhan bangunan.
Kasi Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Rusli Simbolon, menjelaskan bahwa petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut. Tim Damkar kemudian melakukan penanganan untuk mengevakuasi korban yang berada di bawah reruntuhan.
Saat petugas tiba, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ridho Halawa diketahui bekerja sebagai tukang bangunan dan sedang membantu proses renovasi rumah ketika tembok tiba-tiba roboh.
Rusli menjelaskan bahwa tembok tersebut runtuh ketika para pekerja melakukan pekerjaan pembongkaran. Material bangunan yang berat kemudian menimpa korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Warga Kaget Mendengar Suara Runtuhan Mirip Ledakan Bom
Salah satu warga sekitar bernama Nur Hia menceritakan detik-detik kejadian tersebut. Ia mengatakan suara tembok roboh terdengar sangat keras hingga membuat warga sekitar langsung merasa panik.
Menurut Nur, suara dentuman itu terdengar seperti ledakan besar. Warga awalnya tidak mengetahui sumber suara tersebut dan langsung mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Dentumannya kayak dentuman bom gitu. Kagetlah kami. Rupanya tukang yang dua lagi juga sudah kebingungan,” ujar Nur.
Setelah beberapa saat, warga mendengar suara korban meminta pertolongan dari balik reruntuhan. Kondisi tersebut membuat warga semakin panik dan segera berusaha memberikan bantuan.
Warga kemudian mencari bantuan dari orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Mereka meminta bantuan pengendara ojek online, kurir, hingga masyarakat yang sedang melintas karena membutuhkan tenaga tambahan untuk mengangkat material bangunan.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Ledakan di Rumah Mewah Medan Hingga Bikin 3 Orang Tewas
Warga Kesulitan Angkat Reruntuhan hingga Hubungi Damkar
Upaya warga untuk mengevakuasi korban tidak berjalan mudah. Beratnya material tembok serta keberadaan besi bangunan membuat warga kesulitan mengangkat reruntuhan tersebut.
Nur menjelaskan bahwa warga sudah berusaha mengangkat bagian tembok yang menimpa korban. Namun, kondisi bangunan yang berat membuat mereka tidak mampu melakukan evakuasi sendiri.
“Tidak bisa terangkat karena besinya masih ada di situ semua. Temboknya berat juga, jadi susah mengangkatnya,” kata Nur.
Melihat kondisi tersebut, warga akhirnya menghubungi petugas Damkar Kota Medan agar proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat dan aman.
Sebelum petugas datang, warga masih mencoba memanggil korban. Namun, suara korban yang sebelumnya terdengar meminta bantuan sudah tidak terdengar lagi.
Korban Dibawa ke Rumah Duka Setelah Dievakuasi Petugas
Petugas Damkarmat Kota Medan berhasil menangani proses evakuasi korban dari lokasi reruntuhan. Setelah proses tersebut selesai, petugas membawa korban menuju rumah duka menggunakan ambulans.
Ridho Halawa menjadi korban dalam insiden yang terjadi saat renovasi bangunan tersebut. Warga sekitar mengaku tidak mengenal korban secara dekat karena para pekerja baru beberapa hari melakukan aktivitas di lokasi.
Nur mengatakan bahwa bangunan tersebut sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan. Pemilik rumah kemudian berencana membongkar bangunan lama dan melakukan renovasi.
Menurut informasi yang diterima warga, para pekerja baru menjalankan proses pembongkaran selama empat hari sejak Senin sebelum kejadian tragis tersebut terjadi.
Aktivitas Renovasi Terhenti Usai Insiden Tembok Roboh
Setelah kejadian tersebut, aktivitas pekerjaan di lokasi renovasi langsung berhenti. Tidak terlihat lagi kegiatan para pekerja di area bekas bangunan yang mengalami keruntuhan.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan satu orang kehilangan nyawa. Polisi bersama pihak terkait masih melakukan pendalaman mengenai penyebab pasti runtuhnya tembok tersebut.
Insiden ini juga menjadi pengingat pentingnya memperhatikan faktor keselamatan saat melakukan pekerjaan renovasi bangunan. Kondisi struktur bangunan lama perlu diperiksa secara teliti agar pekerja dapat menjalankan tugas dengan risiko yang lebih kecil.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan setiap pekerjaan konstruksi selalu memperhatikan standar keamanan bagi para pekerja di lapangan.