Helen’s Night Mart Medan disorot setelah polisi mengungkap dugaan peredaran vape narkoba dan menangkap seorang pria yang membawa barang ilegal tersebut.
Polisi kemudian menyegel lokasi tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan. Langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti temuan serta memastikan aktivitas di tempat tersebut berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya peredaran vape narkoba di lingkungan tempat hiburan malam tersebut. Informasi itu membuat petugas bergerak melakukan pemeriksaan hingga akhirnya menemukan barang bukti dari seorang pria berinisial FA (24).
Info Kejadian Medan akan mengulas kronologi penyegelan Helen’s Night Mart Medan serta pengungkapan kasus vape narkoba yang menghebohkan warga.
Polisi Temukan Vape Narkoba Saat Razia di Helen’s Night Mart
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha menjelaskan bahwa petugas menerima informasi mengenai dugaan transaksi vape narkoba di Helen’s Night Mart. Tim kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Saat berada di lokasi, polisi menemukan FA yang membawa tiga vape bermerek EL CHAPO. Petugas menemukan barang tersebut tersimpan di dalam kotak kartu UNO.
Temuan tersebut membuat polisi langsung mengamankan FA untuk menjalani pemeriksaan. Petugas kemudian menggali informasi mengenai asal barang serta jaringan yang kemungkinan terlibat dalam peredaran vape narkoba tersebut.
AKBP Rafli mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk mencari pemasok utama. Polisi menduga FA bukan satu-satunya orang yang terlibat dalam jaringan peredaran barang terlarang tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Mengaku Menjual Vape Narkoba dengan Harga Jutaan Rupiah
Dalam pemeriksaan awal, FA mengakui bahwa vape narkoba tersebut merupakan miliknya. Ia juga menyampaikan rencana menjual barang tersebut kepada pembeli dengan harga sekitar Rp2.150.000 per bungkus.
FA mengaku mendapatkan vape tersebut dari seorang pria berinisial DDA. Polisi kini memburu DDA untuk mengungkap jalur distribusi serta pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Polisi terus mencari informasi tambahan dari FA agar dapat mengetahui bagaimana barang tersebut masuk ke Medan dan siapa saja yang menjadi target pemasaran.
Pengungkapan ini menunjukkan bahwa pelaku mulai menggunakan berbagai cara untuk menyamarkan peredaran narkoba. Produk vape yang terlihat seperti barang biasa justru dapat menjadi media baru bagi penyalahgunaan zat terlarang.
Baca Juga: Kepergok Curi Laptop di Kereta Api, Pria di Medan Tak Berkutik Saat Ditangkap
Ratusan Pengunjung Ikuti Pemeriksaan Setelah Kasus Terungkap
Selain menangkap FA, petugas juga memeriksa sekitar 250 pengunjung Helen’s Night Mart. Polisi melakukan tes urine untuk mengetahui apakah ada pengunjung yang menggunakan narkoba saat berada di lokasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tiga orang pengunjung mendapatkan hasil positif narkoba. Mereka terdiri dari dua pria dan satu perempuan.
Polisi kemudian mendalami keterkaitan ketiga pengunjung tersebut dengan temuan vape narkoba yang sebelumnya ditemukan dari FA. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan langkah hukum berikutnya.
Razia tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas penyalahgunaan narkoba, terutama di tempat hiburan malam yang sering menjadi sasaran peredaran barang terlarang.
Polisi Segel Lokasi dan Lanjutkan Penyelidikan
Setelah menemukan dugaan peredaran vape narkoba, polisi menyegel Helen’s Night Mart Medan. Penyegelan itu bertujuan mendukung proses penyelidikan yang masih berjalan.
Polisi juga mengumpulkan berbagai informasi tambahan dari pihak pengelola tempat hiburan, pengunjung, serta pihak yang mengetahui aktivitas FA sebelum penangkapan.
AKBP Rafli menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengejar pemasok vape narkoba agar jaringan tersebut dapat terungkap secara menyeluruh.
Menurut kepolisian, pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada satu pelaku saja. Tim masih bekerja untuk menemukan pihak lain yang kemungkinan memiliki peran dalam peredaran barang tersebut.
Kasus Vape Narkoba Jadi Perhatian di Kota Medan
Temuan vape narkoba di Helen’s Night Mart menjadi perhatian masyarakat Medan karena menunjukkan munculnya pola baru dalam penyebaran narkoba. Pelaku memanfaatkan bentuk produk yang lebih modern untuk menarik pengguna.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima atau membeli produk vape yang tidak memiliki kejelasan asal. Masyarakat juga dapat membantu aparat dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kasus ini masih terus berkembang setelah polisi menangkap FA dan mengejar DDA yang diduga menjadi pemasok. Kepolisian memastikan akan melakukan pengembangan hingga seluruh jaringan peredaran vape narkoba tersebut terungkap.