PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memperkuat upaya konservasi daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba di tujuh kabupaten di Sumatera Utara.
Beragam langkah dilakukan, mulai dari pembangunan biopori, sumur resapan, hingga sumur injeksi untuk menjaga ketahanan air. Inalum juga mendorong edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat agar pelestarian Danau Toba berjalan terukur, inklusif, dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Inalum Dorong Konservasi DTA Danau Toba
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program konservasi alam di kawasan daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba. Program strategis ini dilaksanakan di tujuh kabupaten di Sumatera Utara yang berada di sekitar kawasan Danau Toba.
Dalam menjalankan program tersebut, Inalum berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta I (PJT I). Kolaborasi ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung perlindungan kawasan DTA Danau Toba yang memiliki peran vital sebagai sumber air, energi, serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan Inalum, Sunarno A Rakino, menegaskan bahwa Danau Toba bukan sekadar bentang alam, melainkan aset strategis nasional. Menurutnya, keberlanjutan Danau Toba harus dijaga secara bersama-sama melalui sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Konservasi Lingkungan Berbasis Infrastruktur
Salah satu fokus utama program konservasi Inalum adalah pembangunan infrastruktur lingkungan yang mendukung daya serap air tanah. Program ini mencakup pembangunan biopori, sumur resapan, dan sumur injeksi yang dirancang untuk mengurangi limpasan air permukaan serta mencegah erosi tanah di kawasan hulu Danau Toba.
Inalum telah membangun sebanyak 10.000 lubang biopori yang tersebar di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir. Lubang biopori ini berfungsi meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan sekaligus membantu pengelolaan sampah organik secara alami.
Selain itu, sebanyak 500 unit sumur resapan dibangun di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan cadangan air tanah dan mengurangi risiko banjir maupun kekeringan di wilayah sekitar Danau Toba.
Baca Juga: Kakek di Sergai Tipu 92 Warga Modus Bisa Lolos Kerja di Dapur MBG
Inovasi Sumur Injeksi Untuk Ketahanan Air
Sebagai langkah inovatif, Inalum juga menginisiasi pembangunan sumur injeksi sebagai solusi jangka panjang menjaga ketersediaan air tanah. Total 15 unit sumur injeksi telah dibangun di Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo yang merupakan kawasan hulu strategis.
Sumur injeksi berfungsi memasukkan air langsung ke lapisan tanah dalam, sehingga membantu menjaga keseimbangan air tanah terutama saat musim kemarau. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan ilmiah dan berkelanjutan dalam konservasi sumber daya air.
Menurut Sunarno, pembangunan sumur injeksi merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya. Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, Inalum berharap upaya ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar Danau Toba.
Pendidikan Lingkungan Berbasis Masyarakat
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Inalum juga menjalankan program edukasi lingkungan melalui Sekolah Peduli Lingkungan. Program ini telah menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.
Melalui program ini, siswa dan tenaga pendidik dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi air, serta peran generasi muda dalam pelestarian alam. Edukasi sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kelestarian Danau Toba.
Sunarno menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian Danau Toba hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Inalum berkomitmen untuk terus hadir dengan aksi nyata, terukur, dan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama, sehingga konservasi Danau Toba bukan sekadar program Sumatera Utara dan Indonesia.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari sumut.antaranews.com
- Gambar Kedua dari sumutpos.jawapos.com