Kasus pembunuhan Nurlis (70) di Deli Serdang mengejutkan publik setelah polisi menangkap oknum anggota Polri berinisial RF yang diduga terlibat.
Penangkapan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena RF diketahui tinggal tidak jauh dari rumah korban. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pembunuhan serta dugaan aksi perampokan yang menyertai peristiwa tragis tersebut. Info Kejadian Medan akan mengulas fakta-fakta di balik kasus pembunuhan Nurlis di Deli Serdang yang menyeret seorang oknum anggota Polri.
Korban Ditemukan Bersimbah Darah di Dapur Rumah
Peristiwa ini terungkap pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Warga mulai merasa curiga karena Nurlis yang biasanya beraktivitas setiap pagi tidak terlihat keluar rumah. Beberapa tetangga kemudian memutuskan memeriksa kondisi rumah korban.
Saat memasuki rumah, mereka menemukan pintu depan hanya tertutup tanpa terkunci rapat. Di ruang tamu, pakaian tampak berserakan. Ketika memeriksa bagian dapur, warga mendapati Nurlis sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.
Mereka segera melaporkan penemuan tersebut kepada aparat kepolisian. Tim kepolisian langsung mendatangi lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari petunjuk.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Tangkap Oknum Anggota Polresta Deli Serdang
Hasil penyelidikan mengarah kepada RF, seorang Bripda yang bertugas di Satuan Samapta Polresta Deli Serdang. Polisi menangkap RF pada Senin (3/8/2026) setelah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan memeriksa beberapa saksi.
Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Isral membenarkan bahwa orang yang diamankan merupakan anggota kepolisian aktif. Namun, penyidik belum menjelaskan secara rinci kronologi maupun motif dugaan pembunuhan tersebut.
RF diketahui merupakan lulusan pendidikan Bintara Polri tahun 2021. Rumah keluarganya berada hanya beberapa meter dari kediaman korban sehingga keduanya saling mengenal sebagai tetangga.
Fakta tersebut membuat banyak warga tidak menyangka karena selama ini hubungan keluarga RF dengan korban terlihat baik.
Baca Juga: Eks Istri Oknum Polisi di Medan Diduga Bunuh Diri Pakai Senjata Api, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Penting Penyidik
Penyidik juga memanfaatkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian untuk menyusun rangkaian peristiwa. Kepala Dusun IV Desa Punden Rejo, Hariadi, mengatakan salah satu rekaman memperlihatkan RF beberapa kali melintas di sekitar rumah korban pada malam sebelum jasad ditemukan.
Meski salah satu kamera yang mengarah ke rumah korban mengalami kerusakan, kamera lain masih menyimpan rekaman yang membantu proses penyelidikan.
Berdasarkan temuan tersebut, polisi memanggil RF untuk dimintai keterangan mengenai aktivitasnya pada malam kejadian. Setelah pemeriksaan berlangsung lebih lanjut, penyidik kemudian mengamankan RF untuk menjalani proses hukum.
Hingga kini kepolisian belum mengungkap isi pemeriksaan maupun dugaan pengakuan yang beredar di tengah masyarakat.
Dugaan Perampokan Masih Didalami Polisi
Selain menyelidiki dugaan pembunuhan, penyidik juga menemukan indikasi adanya barang milik korban yang hilang. Polisi menduga pelaku mengambil sejumlah harta benda setelah menghabisi nyawa korban.
Kondisi rumah yang berantakan serta pakaian yang berserakan menjadi salah satu fokus pemeriksaan. Penyidik berusaha memastikan apakah pelaku sempat mencari barang berharga di dalam rumah.
Kasat Reskrim Kompol Muhammad Isral membenarkan adanya barang milik korban yang tidak ditemukan. Namun, kepolisian belum mengumumkan jenis maupun jumlah barang yang hilang karena proses penyidikan masih berjalan.
Tim penyidik juga terus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti baru selama pemeriksaan berlangsung.
Warga Masih Syok Menunggu Hasil Penyidikan
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Punden Rejo. Banyak tetangga mengenal Nurlis sebagai sosok yang ramah dan tinggal seorang diri sejak lama. Anak semata wayangnya menetap di Kota Medan sehingga tidak setiap hari berada di rumah korban.
Beberapa warga mengaku sempat mendengar suara seperti orang menangis pada malam kejadian. Namun, hujan deras membuat suara tersebut tidak terlalu jelas sehingga tidak ada yang menyangka telah terjadi tindak kejahatan.
Saat ini RF masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Deli Serdang. Penyidik terus mendalami motif, mengumpulkan barang bukti, serta menyusun rangkaian peristiwa secara utuh sebelum melimpahkan perkara ke tahap berikutnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai kasus ini hingga seluruh proses penyidikan selesai. KPK? Tidak terlibat dalam perkara ini. Penanganan sepenuhnya berada di bawah kepolisian yang berkomitmen mengungkap fakta secara transparan sesuai ketentuan hukum.