Posted in

Bukan Sekadar Rem Blong, Polisi Temukan Penyebab Mengejutkan di Balik Kecelakaan Maut Sibolangit

Kecelakaan maut Sibolangit mulai terungkap, polisi menemukan dugaan gearbox truk tronton bermasalah sebelum rem gagal berfungsi hingga menabrak sejumlah kendaraan.

Bukan Sekadar Rem Blong, Polisi Temukan Penyebab Mengejutkan di Balik Kecelakaan Maut Sibolangit

Truk bernomor polisi BK 8453 SG itu melaju dari arah Berastagi menuju Kota Medan pada Jumat (17/7/2026). Saat melewati jalur menurun, kendaraan tersebut kehilangan kendali hingga menghantam sedikitnya tujuh mobil dan satu sepeda motor. Peristiwa ini menyebabkan empat orang meninggal dunia dan delapan korban lainnya mengalami luka-luka. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kejadian Medan.

Polisi Ungkap Masalah Gearbox Sebelum Truk Kehilangan Kendali

Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP S.L Widodo menjelaskan bahwa masalah mulai muncul ketika sopir mencoba menurunkan posisi gigi transmisi untuk memperlambat laju kendaraan. Saat itu, sopir berusaha memindahkan gigi dari posisi empat ke tiga agar mesin dapat membantu menahan beban truk di jalan menurun.

Namun, perpindahan gigi tidak berhasil dilakukan karena sistem transmisi diduga mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat fungsi engine brake tidak berjalan maksimal sehingga truk tetap melaju dengan kecepatan tinggi.

“Awalnya sopir mau nurunin gigi dari 4 ke 3, tapi sudah enggak dapat. Transmisinya sudah bermasalah,” kata Widodo.

Truk yang membawa muatan berat akhirnya semakin sulit dikendalikan. Sopir kemudian mencoba mengandalkan rem utama, tetapi sistem pengereman juga mengalami masalah hingga kendaraan terus bergerak turun.

Upaya Sopir Menghentikan Truk Berakhir Gagal

Truk tersebut dikemudikan Bronsom Sinaga alias Ilham bersama kernet Suherman Kurniawansyah. Berdasarkan pemeriksaan awal, gangguan mulai terasa setelah kendaraan melewati kawasan Koramil 03/SBL.

Saat memasuki jalan turunan, sopir mencoba berbagai cara untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Selain menurunkan gigi transmisi, sopir dan kernet juga berusaha menggunakan rem tangan ketika kondisi semakin tidak terkendali.

Polisi menyebut kedua awak truk telah berusaha menghindari situasi yang lebih buruk. Namun, kondisi jalan menurun dan beratnya muatan membuat kendaraan tetap meluncur.

Di sekitar SPBU Sibolangit, truk bahkan sempat menyerempet kendaraan tangki yang berada di depannya. Saat itu terdapat antrean kendaraan yang sedang menunggu pengisian bahan bakar sehingga sopir memilih membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan lebih besar.

Baca Juga: Gerebek Mendadak di Medan! Polisi Bongkar Lokasi Judi, Operator Wanita dan 4 Pemain Diamankan

Truk Meluncur dan Hantam Banyak Kendaraan di Depannya

Setelah melewati area SPBU, sopir kembali berusaha mengarahkan truk ke jalur kiri. Namun, jarak dengan kendaraan di depan sudah terlalu dekat sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.

Truk besar tersebut kemudian menghantam sejumlah kendaraan yang berada di jalurnya. Sedikitnya tujuh mobil dan satu sepeda motor menjadi korban dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Tabrakan keras membuat beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah. Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan mengamankan lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan itu juga sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting terganggu karena banyak kendaraan berhenti di sekitar lokasi.

Sopir dan Kernet Diperiksa Polisi Secara Terpisah

Penyidik Satlantas Polrestabes Medan masih mendalami kronologi lengkap kecelakaan tersebut. Polisi meminta keterangan dari sopir dan kernet secara terpisah untuk mendapatkan informasi yang lebih objektif.

“Kita ambil keterangan kemarin terpisah, biar enggak distorsi,” ujar Widodo.

Keterangan dari kedua awak kendaraan kemudian dicocokkan dengan kondisi truk, lokasi kejadian, serta sejumlah bukti yang ditemukan di lapangan.

Polisi juga mendalami sejak kapan gangguan gearbox mulai muncul dan bagaimana tindakan sopir ketika mengetahui kendaraan sulit dikendalikan.

Polisi Masih Menunggu Hasil Analisis TAA

Meski gangguan gearbox dan rem blong menjadi dugaan awal, polisi belum menetapkan penyebab akhir kecelakaan maut Sibolangit. Satlantas Polrestabes Medan masih menunggu hasil analisis Traffic Accident Analysis (TAA) dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara.

Tim TAA akan melakukan rekonstruksi untuk mengetahui berbagai faktor dalam kecelakaan tersebut, mulai dari kecepatan kendaraan, posisi kendaraan sebelum benturan, hingga tindakan yang dilakukan sopir.

Hasil pemeriksaan teknis kendaraan dan analisis lokasi nantinya akan menjadi dasar penyidik untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan serta pihak yang bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan empat orang tersebut.