Posted in

Tragis! ASN BPN Medan Tewas Usai Jatuh dari Lantai 12 Apartemen, Dugaan Pemerasan Jadi Sorotan

ASN BPN Nias berinisial AL tewas setelah jatuh dari lantai 12 Apartemen Skyview Medan, polisi mengusut dugaan pemerasan yang menyeret dua tersangka.

Tragis! ASN BPN Medan Tewas Usai Jatuh dari Lantai 12 Apartemen, Dugaan Pemerasan Jadi Sorotan

Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan akibat dugaan pemerasan. Dalam penyelidikan kasus ini, aparat menetapkan dua perempuan berinisial FR (31) dan JS (29) sebagai tersangka. INFO KEJADIAN MEDAN akan mengulas kronologi tragis ASN BPN Nias yang tewas di Apartemen Skyview Medan serta dugaan pemerasan yang kini ditangani kepolisian.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kematian ASN BPN Medan Berawal dari Pertemuan di Apartemen

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis menjelaskan kronologi kasus tersebut. Menurutnya, korban awalnya berkomunikasi dengan seorang perempuan melalui aplikasi MiChat pada 10 Juli 2026 sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban kemudian meminta perempuan berinisial FR datang ke apartemen tempatnya menginap. Namun, FR tidak datang sendirian. Ia membawa JS saat menemui korban di lokasi tersebut.

Setelah bertemu, korban memilih tidak berhubungan dengan FR karena merasa foto pada aplikasi berbeda dengan kondisi sebenarnya. Korban kemudian memilih JS untuk melakukan hubungan tersebut.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Perselisihan Muncul Setelah Permintaan Uang Tambahan

Polisi menyebut masalah mulai muncul setelah pertemuan tersebut selesai. Korban dan kedua perempuan itu terlibat perselisihan terkait pembayaran.

Menurut penyidik, kedua tersangka meminta tambahan uang sebesar Rp4,5 juta kepada korban. Permintaan tersebut membuat korban merasa keberatan karena sebelumnya sudah menyepakati pembayaran.

Korban menolak memberikan uang tambahan itu. Namun, polisi menyebut kedua tersangka terus mendesak korban agar memenuhi permintaan tersebut.

Baca Juga: Bus Bintang Utara Diserang Brutal! Sopir Dianiaya, Kaca Bus Pecah Dihujani Batu

Korban Diduga Tertekan Hingga Mengancam Melompat

Situasi semakin memanas ketika korban merasa terdesak. Polisi mengatakan korban kemudian mengancam akan melompat dari lantai 12 apartemen tersebut.

Alih-alih menghentikan korban, kedua tersangka diduga membiarkan dan menyarankan korban untuk melakukan tindakan tersebut jika tidak ingin membayar uang tambahan.

Tak lama setelah itu, korban benar-benar melompat dari lantai 12 apartemen. Saat kejadian, korban masih memegang telepon genggam di salah satu tangannya.

Peristiwa tersebut membuat pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui peran kedua perempuan yang berada di lokasi.

Polisi Tetapkan Dua Perempuan Sebagai Tersangka

Setelah melakukan pemeriksaan, Polrestabes Medan menetapkan FR dan JS sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Polisi menduga keduanya memiliki peran dalam mendorong korban melakukan tindakan bunuh diri.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan menjelaskan kasus ini berkaitan dengan Pasal 462 KUHP tentang tindakan menghasut orang lain untuk melakukan bunuh diri.

Menurutnya, aturan tersebut masuk dalam ketentuan baru KUHP. Pasal itu memungkinkan aparat menahan pihak yang diduga memberikan dorongan kepada seseorang untuk mengakhiri hidup.

Kasus Jadi Perhatian karena Ancaman Hukum Empat Tahun

Kedua tersangka kini menjalani proses hukum dan telah ditahan oleh pihak kepolisian. Mereka terancam hukuman maksimal empat tahun penjara sesuai pasal yang dikenakan.

Polisi menjelaskan penetapan tersangka bukan karena korban melakukan bunuh diri, melainkan karena dugaan adanya pihak lain yang mendorong korban melakukan tindakan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan dampak serius dari tekanan, pemaksaan, dan dugaan pemerasan yang terjadi dalam sebuah pertemuan pribadi.

Hingga kini, kepolisian masih melanjutkan proses penyidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian sebelum korban jatuh dari apartemen.