Posted in

Bus Bintang Utara Diserang Brutal! Sopir Dianiaya, Kaca Bus Pecah Dihujani Batu

Perjalanan Bus Bintang Utara rute Medan-Dumai berubah menjadi momen mencekam setelah sekelompok orang tidak dikenal menyerang kendaraan tersebut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara.

Bus Bintang Utara Diserang Brutal! Sopir Dianiaya, Kaca Bus Pecah Dihujani Batu

Insiden yang terjadi pada Senin malam (6/7/2026) itu membuat dua sopir bus mengalami luka akibat aksi pengeroyokan. Selain melukai pengemudi, para pelaku juga merusak bus dengan melempari kendaraan menggunakan batu hingga kaca bagian samping pecah. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kejadian Medan.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Aksi Penyerangan Terjadi Saat Bus Melintas Malam Hari

Kasi Humas Polres Labura, AKP Aswin Irwan menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, Bus Bintang Utara dengan nomor polisi BK 7081 DQ sedang membawa penumpang menuju Dumai setelah berangkat dari Medan.

Ketika melintas di lokasi kejadian, beberapa orang tiba-tiba menghadang bus. Menurut keterangan sopir bernama Julianto Sinaga, sekitar lima orang menghentikan kendaraan dan meminta dirinya turun.

Situasi kemudian berubah tegang setelah kelompok tersebut menuduh Julianto menunjuk ke arah salah satu orang dari rombongan mereka. Sopir bus itu membantah tuduhan tersebut, tetapi dua orang tetap melakukan pemukulan.

Akibat serangan itu, Julianto mengalami luka pada beberapa bagian tubuh, seperti hidung, pipi kanan, bahu kanan dan kiri, serta bagian kening.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Sopir Cadangan Ikut Jadi Korban Pengeroyokan

Setelah kejadian pertama, Julianto kembali membawa bus untuk melanjutkan perjalanan. Namun, baru sekitar 500 meter dari lokasi awal, kelompok lain kembali menghadang kendaraan tersebut.

Kali ini, jumlah orang yang menghadang lebih banyak. Sekitar sepuluh orang langsung menghampiri bus dan kembali menyerang Julianto.

Melihat rekannya menjadi sasaran pengeroyokan, sopir cadangan Robin Josper mencoba membantu menghentikan aksi tersebut. Namun, upayanya justru membuat Robin ikut menjadi korban kekerasan.

Para pelaku melempar batu hingga mengenai kaki kiri Robin. Serangan itu membuat Robin mengalami luka lecet dan mengeluarkan darah.

Baca Juga: Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi Rumahan di Medan, Pasutri Ini Ternyata Dalangnya!

Kaca Bus Pecah Setelah Dilempari Batu

Aksi brutal kelompok tersebut tidak berhenti pada pengeroyokan terhadap sopir. Sebelum bus meninggalkan lokasi, para pelaku kembali menyerang kendaraan dengan melempari batu.

Lemparan tersebut mengenai bagian samping kiri bus hingga membuat kaca pecah. Kondisi itu membuat perjalanan para penumpang terganggu dan menimbulkan kekhawatiran di dalam kendaraan.

Serangan terhadap bus penumpang ini membuat pihak kepolisian bergerak untuk mencari keberadaan para pelaku. Polisi juga terus menggali informasi mengenai penyebab pasti aksi penyerangan tersebut.

Polisi Mulai Selidiki Identitas Para Pelaku

Setelah kejadian tersebut, Julianto melaporkan kasus itu ke Polsek Aek Natas. Polisi langsung mengumpulkan keterangan dari korban dan mencari bukti yang berkaitan dengan aksi penyerangan.

AKP Aswin Irwan mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kelompok yang menyerang Bus Bintang Utara.

Petugas juga menjalankan sejumlah langkah kepolisian untuk memastikan kasus tersebut mendapat penanganan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Penyerangan Bus Jadi Perhatian di Jalur Lintas Sumatera

Kasus penyerangan terhadap kendaraan umum kembali menjadi perhatian karena menyangkut keamanan perjalanan masyarakat. Jalur lintas antarwilayah seperti Jalinsum menjadi akses penting bagi kendaraan penumpang dan distribusi barang.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat membahayakan orang lain. Setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan aksi pengeroyokan.

Sementara itu, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap motif serta menangkap para pelaku yang menyerang Bus Bintang Utara. Masyarakat berharap proses hukum berjalan cepat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.