Posted in

Target Cepat! TNI Pacu Pemasangan Lantai Jembatan Bailey Di Tapsel Pascabencana

TNI percepat pemasangan lantai Jembatan Bailey di Tapsel untuk memulihkan jalur pascabencana, pastikan akses warga kembali lancar.

Pemasangan Lantai Jembatan Bailey

TNI mengebut pemulihan jalur di Tapsel pascabencana dengan memasang lantai Jembatan Bailey tepat waktu. Upaya ini diharapkan segera memulihkan akses warga, memperlancar transportasi, dan mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah terdampak.

Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.

TNI Dan PT Nindya Karya Percepat Pemasangan Jembatan Bailey Di Tapsel

Sejumlah prajurit TNI bersama PT Nindya Karya bekerja keras memasang papan lantai untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pemasangan lantai jembatan ini dimulai sejak Senin (29/12/2025) dan menjadi langkah penting untuk memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana.

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Asrul Harahap, menyampaikan bahwa progres konstruksi hingga Selasa (30/12/2025) telah mencapai 85 persen. Meski sempat terkendala hujan, prajurit Yonzipur I/BB tetap mengoptimalkan pekerjaan di lapangan untuk memastikan jembatan segera difungsikan.

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Asrul Harahap, menegaskan bahwa pekerjaan ini menjadi tahap penting agar jembatan segera difungsikan untuk akses transportasi masyarakat.

Pembangunan Jembatan Bailey Sebagai Upaya Darurat Pascabencana

Pemasangan Jembatan Bailey merupakan tindak lanjut dari penanganan darurat infrastruktur pascabencana. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional menunjuk PT Nindya Karya sebagai vendor pelaksana.

Pembangunan ini dimulai sejak Kamis (18/12/2025) untuk menggantikan jalur yang rusak akibat banjir dan longsor pada Senin (24/11/2025). Jembatan yang dibangun memiliki panjang 40 meter, lebar 3,75 meter, dan mampu menahan muatan hingga 30 ton.

Proses konstruksi dilaksanakan bertahap sesuai tahapan teknis, dimulai dari persiapan abutmen di sisi sungai serta pemasangan kawat mal bronjong sebagai penguat struktur. Kegiatan ini bagian dari upaya memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor pada 24 November 2025.

Baca Juga: Tragedi Medan, Suami Tega Habisi Istri CCTV Dimatikan Sebelum Aksi

Optimalkan Pemulihan Infrastruktur Dan Aktivitas Warga

Optimalkan Pemulihan Infrastruktur Dan Aktivitas Warga 700

Kolonel Asrul menekankan bahwa kehadiran prajurit di lapangan bertujuan mempercepat pemulihan infrastruktur, sekaligus mendukung kembalinya aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Pemasangan jembatan ini diharapkan memulihkan jalur transportasi utama sehingga distribusi logistik, mobilitas warga, dan pelayanan publik dapat berjalan normal.

Sebelumnya, progres pembangunan pada Jumat (26/12/2025) telah mencapai 60 persen. Pekerjaan tetap dilanjutkan meski hujan mengguyur, menunjukkan keseriusan TNI dan pihak kontraktor dalam menuntaskan proyek tepat waktu.

Dampak Bencana Dan Prioritas Pemulihan

Banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Selatan meninggalkan dampak besar bagi warga. Total korban tercatat 88 orang meninggal, 30 hilang, dan 160 luka-luka.

Selain kerusakan infrastruktur transportasi, bencana ini juga merusak sistem air bersih, menimbulkan risiko kesehatan bagi penyintas. Pemulihan fasilitas publik menjadi prioritas utama untuk mencegah munculnya penyakit dan mendukung kehidupan warga.

Pembangunan Jembatan Bailey tidak hanya menjadi jalur vital bagi transportasi, tetapi juga simbol kecepatan respons pemerintah dan TNI dalam menanggulangi dampak bencana. Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari medan.kompas.com
  • Gambar Kedua dari medanbisnisdaily.com