Polisi bongkar transaksi vape narkoba di parkiran apartemen mewah Medan, menangkap dua pengedar dan seorang IRT yang diduga berperan sebagai bandar.
Parkiran Apartemen Jadi Lokasi Transaksi
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan pihaknya mendapat informasi mengenai transaksi vape narkoba yang berlangsung di parkiran apartemen mewah.
Informasi tersebut mendorong petugas melakukan pemantauan di lokasi. Polisi kemudian menangkap dua pria berinisial SY (21) dan AG (24) pada Sabtu (8/8/2026).
Keduanya diduga tengah mencari calon pembeli ketika petugas melakukan penangkapan. Polisi langsung mengamankan barang bukti yang mereka bawa saat itu.
“Saat ditangkap, kedua pelaku yang kami identifikasi sebagai pengedar, diduga hendak mencari pembeli. Kami menyita 1 bungkus pod getar bermerek Batman dari tangan keduanya,” ujar Rafli, Sabtu (15/8/2026).
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dua Pengedar Disebut Sudah Tiga Kali Bertransaksi
Polisi kemudian memeriksa SY dan AG untuk mengetahui jaringan yang memasok vape narkoba tersebut. Dari pemeriksaan awal, keduanya mengaku sudah tiga kali melakukan transaksi di parkiran apartemen yang sama.
Pengakuan tersebut membuat penyidik memperluas penyelidikan. Polisi tidak hanya mengejar pengedar yang berada di lapangan, tetapi juga berusaha menemukan orang yang memasok barang terlarang tersebut.
Petugas akhirnya memperoleh informasi mengenai sosok yang diduga memasok vape narkoba kepada kedua pengedar. Polisi kemudian bergerak menuju lokasi yang menjadi tempat tinggal pemasok tersebut.
Baca Juga: Buron 2 Tahun Akhirnya Tertangkap! Perampok Mobil dan Rp20 Juta di Medan Tak Berkutik
IRT Berinisial MD Diduga Jadi Bandar
Pengembangan kasus membawa polisi ke sebuah rumah di Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Medan Petisah. Di lokasi tersebut, petugas menangkap seorang perempuan berinisial MD (39) yang polisi duga berperan sebagai bandar.
MD merupakan seorang ibu rumah tangga. Polisi menduga perempuan tersebut memasok vape narkoba kepada para pengedar yang kemudian mencari pembeli di lokasi tertentu.
Namun, petugas tidak menemukan vape narkoba ketika menangkap MD. Menurut keterangan polisi, seluruh barang terlarang yang sebelumnya berada dalam penguasaan MD sudah terjual.
Kondisi tersebut tidak menghentikan penyidikan. Polisi tetap mendalami hubungan MD dengan dua pengedar yang sudah mereka tangkap sebelumnya.
Polisi Bongkar Jaringan di Atas Bandar
Kasus ini ternyata belum berhenti pada MD. Penyidik menemukan dugaan adanya pihak lain yang berada di atas bandar tersebut.
Informasi itu membuat polisi kembali mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan secara menyeluruh. Petugas kini berupaya mengetahui siapa pemasok utama, bagaimana jaringan bekerja, serta sejauh mana peredaran vape narkoba tersebut berlangsung di Medan.
Rafli menegaskan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mengungkap seluruh rantai distribusi. Polisi juga terus mengumpulkan informasi dan bukti untuk memperkuat perkara.
“Dalam kasus ini kami juga menangkap bandarnya. Kami masih terus mengembangkan kasus ini, karena ternyata ada pelaku lagi yang berada di atas bandar ini,” kata Rafli.
Polisi Minta Masyarakat Bantu Ungkap Peredaran
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. Karena itu, polisi menilai peran warga sangat penting dalam membantu mendeteksi aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Rafli meminta masyarakat tidak ragu melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat. Informasi tersebut dapat membantu polisi bergerak lebih cepat sebelum peredaran narkoba menjangkau lebih banyak orang.
Di sisi lain, polisi masih memeriksa ketiga orang yang mereka tangkap. Penyidik juga terus menelusuri pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Kasus vape narkoba di apartemen mewah Medan ini menunjukkan bahwa peredaran barang terlarang dapat memanfaatkan berbagai lokasi untuk melakukan transaksi. Polisi kini berupaya membongkar jaringan tersebut hingga ke pemasok paling atas.
Rafli berharap pengembangan perkara dapat segera menemukan seluruh pihak yang terlibat sehingga polisi dapat mengungkap jaringan peredaran vape narkoba secara komprehensif.