Tragedi memilukan terjadi di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, saat sebuah mobil Toyota Avanza tertabrak kereta penumpang KA Sribilah Utama dan terseret.
Insiden ini menewaskan 9 penumpang, delapan di lokasi dan satu lainnya di rumah sakit. Aparat kepolisian dan tim evakuasi bekerja cepat mengevakuasi korban serta mensterilkan lokasi. Warga diimbau waspada saat melintas perlintasan sebidang tanpa palang pintu untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Kecelakaan Maut di Tebing Tinggi, 9 Penumpang Avanza Tewas
Kecelakaan tragis terjadi di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026), melibatkan kereta penumpang KA Sribilah Utama dan mobil Toyota Avanza. Akibat insiden ini, sebanyak sembilan penumpang mobil tewas, delapan di lokasi kejadian dan satu lainnya meninggal di rumah sakit.
Plt Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan kereta sudah membunyikan suling berulang kali sebelum kecelakaan terjadi. Namun, diduga pengemudi Toyota Avanza tidak memperhatikan peringatan tersebut.
Lokasi perlintasan sebidang itu tidak memiliki palang pintu. “Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping dan tidak sempat berhenti. Diduga sopir tidak menengok kanan-kiri sehingga kecelakaan tidak terhindarkan,” kata Anwar dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Kronologi Kecelakaan dan Dampaknya
Menurut Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Firman Darmansyah, setelah tertabrak, Toyota Avanza terseret hingga 300 meter. Kejadian ini menimbulkan pemandangan tragis dan mengagetkan warga sekitar.
Delapan penumpang meninggal di lokasi kejadian, sementara seorang lainnya dirawat di rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia. Proses evakuasi berjalan cepat dengan bantuan aparat kepolisian dan tim medis setempat.
“Langkah awal kami adalah mengevakuasi korban yang terjepit, membawa korban ke rumah sakit, dan mensterilkan TKP guna memastikan kelancaran penanganan,” jelas Firman. Kecepatan penanganan ini dianggap penting untuk mengurangi risiko korban tambahan dan memastikan proses investigasi berjalan lancar.
Baca Juga: Geger Medan! Raja Curanmor Yang Beraksi 14 Kali Akhirnya Ditangkap Polisi!
Siapa Saja Korban dan Respons Keluarga
Para jenazah korban kini telah diserahkan kepada keluarga masing-masing yang berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Korban berasal dari berbagai usia, mulai dari balita hingga lansia.
Adapun identitas korban adalah Abdul Kadir Al Jaelani (42), Rizal (59), Daratul Laila (50), Risnawati (57), Muhammad Hafiz (6), Muhammad Rafkha Attaqih (2), Asrah (80), Sri Devi (41), dan Zaitun (50). Keluarga korban tampak terpukul dan mengucapkan terima kasih atas penanganan cepat aparat kepolisian serta tim medis.
Warga sekitar menyebut kecelakaan ini menjadi peringatan penting bagi pengendara untuk selalu berhati-hati di perlintasan sebidang tanpa palang pintu, yang rawan terjadi insiden serupa.
Langkah Preventif dan Imbauan Lalu Lintas
Pihak kepolisian menekankan pentingnya kesadaran pengendara saat melintasi perlintasan kereta. Selain selalu memperhatikan sinyal kereta, pengendara dianjurkan untuk menurunkan kecepatan dan menengok kanan-kiri sebelum melintasi rel. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko, seperti memaksa menyeberang ketika gerbong kereta sudah dekat.
KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan akan meningkatkan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk pemasangan rambu peringatan tambahan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Masyarakat diimbau untuk mengutamakan keselamatan dan melaporkan kondisi perlintasan yang rawan ke pihak berwenang. Kesadaran kolektif menjadi kunci agar insiden tragis seperti ini tidak terulang di masa mendatang.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari medan.kompas.com
- Gambar Kedua dari medan.viva.co.id