Proyek relokasi kabel listrik dan telekomunikasi di Medan molor, mengancam target selesai 2025 dan memperburuk estetika kota.
Warga mengeluhkan kabel menggantung rendah dan tiang yang belum dibongkar, menimbulkan risiko keselamatan serta gangguan mobilitas. Pemkot Medan berjanji percepat pengerjaan dengan menambah tenaga kerja dan pengawasan lebih ketat.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Relokasi Kabel Medan Molor, Target 2025 Terancam
Pemerintah Kota Medan menargetkan proyek relokasi kabel listrik dan telekomunikasi selesai pada tahun 2025. Namun hingga kini, sejumlah ruas jalan masih dipenuhi tiang-tiang listrik dan kabel yang belum direlokasi, menimbulkan keluhan masyarakat dan gangguan estetika kota.
Warga setempat mengeluhkan kabel yang menggantung rendah dan tiang-tiang yang belum dibongkar. “Seharusnya proyek ini sudah rampung sesuai target, tapi sampai sekarang masih banyak kabel berserakan,” ujar Siti Aminah, warga Jalan Gatot Subroto, Medan.
Dinas terkait menegaskan proyek relokasi ini memang kompleks karena melibatkan banyak pihak, mulai dari PLN, perusahaan telekomunikasi, hingga kontraktor swasta. Faktor cuaca, perizinan, dan koordinasi antarinstitusi disebut sebagai penyebab keterlambatan pengerjaan.
Akibat Proyek Kabel Molor
Keterlambatan proyek ini berdampak pada mobilitas warga dan keamanan. Beberapa titik jalan mengalami kemacetan karena pekerjaan relokasi yang belum selesai, sementara kabel yang tergantung di jalan rawan mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain itu, kondisi kabel yang belum direlokasi juga menimbulkan risiko keselamatan. Beberapa laporan menyebut adanya kabel yang putus atau bergesekan, berpotensi menimbulkan percikan api atau gangguan listrik bagi warga sekitar.
Pihak sekolah, pedagang, dan pemilik usaha di jalur terdampak juga mengeluhkan gangguan operasional. Banyak toko yang harus menutup sebagian area karena kabel atau tiang yang menghalangi akses, sehingga aktivitas ekonomi ikut terpengaruh.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Tawuran Remaja Yang Lukai Warga Di Yong Panah Hijau
Tantangan Proyek dan Faktor Teknis
Proyek relokasi kabel di Medan menghadapi berbagai tantangan teknis. Selain harus menyesuaikan dengan kondisi jalan yang padat, tim pelaksana juga harus memperhatikan jaringan kabel existing agar tidak menimbulkan gangguan listrik atau telekomunikasi.
Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci, mengingat proyek ini melibatkan PLN, provider internet, dan operator telekomunikasi. Ketidaksesuaian jadwal antara pihak-pihak terkait juga menjadi salah satu alasan molornya proyek.
Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan menyatakan, pihaknya telah menginstruksikan kontraktor untuk mempercepat pengerjaan, termasuk menambah tenaga kerja dan melakukan pengerjaan di malam hari agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Pemkot Medan Tancap Gas Percepat Proyek
Pemerintah Kota Medan berjanji akan memperketat pengawasan proyek agar target 2025 tetap tercapai. Pemkot juga menyiapkan program monitoring harian dan laporan mingguan agar setiap progres bisa langsung dievaluasi.
Selain itu, Pemkot akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait jalur sementara yang terdampak pengerjaan. Warga diimbau untuk mengikuti petunjuk sementara agar aman dan tidak mengganggu proyek relokasi.
Pemerintah menegaskan, proyek ini penting untuk mempercantik wajah kota dan meningkatkan keamanan serta efisiensi jaringan listrik dan telekomunikasi. Dengan percepatan dan koordinasi yang lebih baik, diharapkan seluruh kabel bisa direlokasi sesuai target tanpa menimbulkan masalah baru.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari infonasional.com