Posted in

Warga Medan Kehilangan Rp 12 Juta, Tertipu Beli iPhone 16 Pro di Facebook

Seorang warga Medan mengalami kerugian hingga Rp 12 juta setelah tertipu membeli iPhone 16 Pro melalui Facebook penipuan ini memanfaatkan iklan.

Warga Medan Kehilangan Rp 12 Juta, Tertipu Beli iPhone 16 Pro di Facebook

Harga murah dan bukti transfer palsu, sehingga korban langsung melakukan pembayaran. Kepolisian Medan telah menerima laporan dan menegaskan pentingnya verifikasi penjual sebelum transaksi online.

Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.

Warga Medan Tertipu Beli iPhone 16 Pro di Facebook

Seorang warga Medan menjadi korban penipuan online setelah membeli iPhone 16 Pro melalui media sosial Facebook. Korban yang berinisial R (28) mengalami kerugian hingga Rp 12 juta setelah barang yang dibayarkan tidak kunjung diterima. Insiden ini terjadi pada akhir Desember 2025, ketika korban menemukan iklan penjualan smartphone.

Menurut korban, proses transaksi awal tampak normal. Penjual mengaku menyediakan iPhone 16 Pro baru dengan garansi resmi, sehingga korban tergiur untuk melakukan pembayaran melalui transfer bank. Namun, setelah uang dikirim, penjual tiba-tiba tidak dapat dihubungi dan akun Facebook yang digunakan pun menghilang.

Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan warga Medan yang berencana membeli barang elektronik melalui media sosial. R menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memverifikasi reputasi penjual sebelum melakukan transaksi, terutama untuk barang elektronik dengan harga tinggi.

Trik Penipuan Yang Menjerat Korban

Modus penipuan ini biasanya memanfaatkan iklan yang terlihat meyakinkan, lengkap dengan foto produk asli dan testimoni palsu. Pelaku kerap menawarkan harga jauh di bawah pasaran agar calon pembeli cepat tergiur dan langsung melakukan pembayaran. Dalam kasus R, penjual bahkan memberikan bukti transfer palsu untuk meyakinkan korban.

Korban mengaku sempat ragu, tetapi merasa tergiur oleh harga yang sangat murah dibandingkan toko resmi. Penjual juga memanfaatkan komunikasi via chat pribadi, sehingga korban tidak sempat melakukan cross-check secara menyeluruh. Teknik ini membuat banyak orang terjebak dan kehilangan uang dalam jumlah besar.

Kepolisian menyebut kasus seperti ini sering terjadi, terutama menjelang hari besar atau peluncuran produk terbaru. Mereka menekankan bahwa penipuan online semakin canggih dan memanfaatkan kepercayaan pengguna media sosial.

Baca Juga: Kasus Tragis Anak SD Bunuh Ibu Di Medan Karena Game Online

Penanganan Kasus dan Pelaporan

Penanganan Kasus dan Pelaporan

R segera melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan setelah menyadari telah menjadi korban penipuan. Polisi mencatat kronologi transaksi, memeriksa bukti transfer, serta mencoba melacak akun Facebook pelaku. Meski tantangannya cukup besar karena akun penjual sudah dihapus, penyidik tetap berupaya menindaklanjuti kasus ini.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati bertransaksi di media sosial. Mereka menyarankan agar transaksi dilakukan melalui platform resmi atau marketplace yang menyediakan perlindungan bagi pembeli, serta menggunakan metode pembayaran aman yang memungkinkan pembeli melakukan klaim jika barang tidak diterima.

Selain itu, kepolisian menekankan pentingnya edukasi digital bagi masyarakat. Mengetahui modus-modus penipuan, memeriksa reputasi penjual, dan tidak mudah tergiur harga murah adalah langkah preventif untuk meminimalkan risiko kerugian finansial.

Dampak Penipuan dan Saran Masyarakat

Kejadian ini berdampak besar bagi korban secara finansial dan psikologis. R mengaku merasa stres dan kecewa karena kehilangan uang dalam jumlah besar serta merasa dirugikan secara moral. Ia berharap kasusnya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi online.

Warga Medan lainnya menyatakan keprihatinan mereka terhadap maraknya penipuan di media sosial. Beberapa warga menyarankan agar pemerintah dan platform media sosial bekerja sama meningkatkan keamanan, termasuk memverifikasi penjual dan memberikan edukasi mengenai transaksi aman.

Sementara itu, pakar keamanan siber menekankan pentingnya kesadaran digital. Mereka mendorong masyarakat untuk selalu memeriksa reputasi penjual, menggunakan rekening bersama atau escrow, serta tidak mudah tergiur harga murah. Dengan langkah-langkah ini, risiko penipuan online dapat diminimalkan.

Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari medan.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari jatim.tribunnews.com