Nasib nahas menimpa kepala sekolah sekaligus dosen di Medan saat motornya dicuri maling saat ia sedang ngobrol santai di depan sekolah.
Korban lupa mencabut kunci sehingga pelaku dengan mudah menggondol motor. Kejadian ini terekam CCTV dan menjadi viral di media sosial, mengundang keprihatinan warga. Polisi segera melakukan penyelidikan, menelusuri identitas pelaku.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Motor Kepala Sekolah Disikat Saat Ngobrol
Nasib nahas dialami Roslinda Ginting (65), seorang dosen sekaligus kepala sekolah, saat sepeda motornya dicuri saat ia sedang asyik ngobrol dengan rekannya di Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Peristiwa itu terjadi pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, saat korban menjalani aktivitasnya seperti biasa di Bharlind School.
Menurut Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Syawal Sitepu, sepeda motor korban diparkir dekat sekolah dengan kunci yang masih menempel. “Motornya dicuri saat diparkir dekat sekolah. Kebetulan memang kuncinya belum dicabut. Sedangkan korban lagi ngobrol dengan temannya. Jaraknya paling dua sampai tiga meter,” ujar Syawal.
Korban sempat berteriak minta tolong, namun karena jalan masih sepi, pelaku berhasil kabur membawa motor. Peristiwa ini membuat warga dan pihak sekolah terkejut, mengingat keamanan di area sekolah selama jam aktif seharusnya lebih terjaga.
Laporan dan Penyelidikan Polisi
Setelah kejadian, Roslinda segera membuat laporan ke Polsek Tuntungan. Petugas langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Langkah ini menjadi kunci untuk mengungkap identitas pelaku.
Kapolsek Syawal menambahkan bahwa koordinasi dengan warga dan saksi sangat membantu proses identifikasi. “Kami periksa CCTV dari sekitar sekolah dan toko-toko terdekat, juga wawancara saksi yang melihat kejadian,” katanya.
Selain itu, polisi menekankan pentingnya keamanan pribadi, termasuk mencabut kunci sepeda motor saat ditinggal meski hanya sebentar. Hal ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap pencurian kendaraan bermotor.
Baca Juga: HEBOH! Surat Edaran Soal Daging Nonhalal di Medan Picu Polemik, Ini Faktanya!
Pelaku Ditangkap, Fakta Mengejutkan Terungkap
Identitas pelaku akhirnya terungkap bernama Hendra Saputra (28). Ia ditangkap pada Rabu (18/2/2026) malam di Jalan PDAM Tirtanadi, Kecamatan Sunggal. Dari hasil interogasi, Hendra beraksi bersama satu temannya yang hingga kini masih dalam pengejaran polisi.
Polisi juga menemukan bahwa sepeda motor korban telah dijual di SPBU Kelurahan Sidomulyo seharga Rp3,5 juta. Hendra mengaku mendapatkan Rp1,7 juta dari hasil penjualan tersebut, sementara sisanya diberikan kepada rekannya. Uang itu digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari.
Kapolsek Syawal menekankan, “Pengakuan pelaku ini membantu kami menelusuri jaringan lain yang mungkin terlibat. Saat ini satu pelaku utama sudah diamankan, dan satu lagi masih diburu.” Penangkapan ini menjadi contoh keberhasilan polisi dalam menindak pelaku kejahatan secara cepat.
Proses Hukum dan Imbauan Polisi
Kini, Hendra telah ditahan di Polsek Tuntungan untuk menjalani proses hukum. Ia dikenakan Pasal 476 KUHPidana terkait pencurian sepeda motor. Polisi menegaskan bahwa tindakan cepat dan koordinasi dengan masyarakat menjadi kunci dalam menindak kejahatan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap pencurian kendaraan, termasuk tidak meninggalkan kunci menempel dan selalu memarkir kendaraan di tempat aman. Peringatan ini berlaku bagi semua warga, terutama di daerah perkotaan yang rawan aksi kriminal.
Selain itu, polisi berjanji terus meningkatkan patroli dan pengawasan di sekitar sekolah, SPBU, dan kawasan ramai lainnya. Tujuannya untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga dan pengunjung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari medan.kompas.com
- Gambar Kedua dari medan.kompas.com