Viral di Sergai, seorang kakek kepergok menggunakan uang palsu pecahan Rp100 ribu saat berbelanja sayur di Pasar Perbaungan.
Aksi tersebut terbongkar setelah pedagang curiga dengan tekstur dan warna uang yang berbeda dari aslinya. Warga yang geram langsung mengamankan pelaku sebelum polisi tiba di lokasi. Kini kasus ini dalam penyelidikan aparat untuk menelusuri asal-usul uang palsu.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Belanja Pakai Uang Palsu, Kakek Diamankan Warga
Seorang kakek diamankan warga setelah diduga menggunakan uang palsu pecahan Rp 100.000 untuk berbelanja sayur di Pasar Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari saat aktivitas pasar sedang ramai oleh pedagang dan pembeli.
Menurut keterangan sejumlah pedagang, awalnya tidak ada yang mencurigakan dari pria lanjut usia tersebut. Ia datang seperti pembeli pada umumnya dan memilih beberapa jenis sayuran. Namun kecurigaan muncul ketika salah satu pedagang memeriksa uang pembayaran dan menemukan perbedaan mencolok pada tekstur dan warna uang tersebut.
Pedagang yang merasa dirugikan kemudian memanggil warga lain untuk memastikan keaslian uang tersebut. Setelah diperiksa bersama-sama, warga menduga kuat bahwa uang pecahan Rp 100.000 itu palsu. Kakek tersebut akhirnya ditahan warga untuk dimintai keterangan sebelum pihak kepolisian datang ke lokasi.
Detik-Detik Kejadian di Pasar Perbaungan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika kakek tersebut membeli sejumlah kebutuhan dapur, termasuk cabai, tomat, dan sayuran hijau. Total belanja yang harus dibayarkan tidak terlalu besar, sehingga ia menyerahkan satu lembar uang pecahan Rp 100.000 kepada pedagang.
Saat pedagang hendak memberikan uang kembalian, ia merasa ada kejanggalan pada uang yang diterimanya. Tekstur uang terasa lebih tipis dan warna cetakannya terlihat kurang tajam dibandingkan uang asli. Pedagang lalu membandingkan uang tersebut dengan lembaran lain yang dimilikinya untuk memastikan kecurigaan.
Setelah memastikan perbedaan tersebut, pedagang langsung menahan transaksi dan meminta bantuan warga sekitar. Situasi sempat memanas karena warga khawatir peredaran uang palsu semakin meluas di pasar tradisional tersebut. Beberapa warga kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Heboh! Ramadan Fair 2026 Medan, Anggaran Fantastis Tapi Fasilitas Buruk Dan Dugaan Jual Beli Stan
Polisi Lakukan Pemeriksaan dan Penyelidikan
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan kakek tersebut untuk menghindari kerumunan massa yang semakin ramai. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar uang pecahan Rp 100.000 yang diduga palsu. Kakek itu kemudian dibawa ke kantor polisi terdekat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan awal, polisi masih mendalami apakah kakek tersebut mengetahui bahwa uang yang digunakannya adalah palsu atau tidak. Aparat juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran uang palsu di wilayah Sergai.
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Aparat menegaskan bahwa setiap dugaan tindak pidana akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Imbauan Kewaspadaan bagi Pedagang dan Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat bagi pedagang pasar tradisional agar lebih teliti dalam menerima uang tunai, terutama pecahan besar. Pemeriksaan sederhana seperti meraba tekstur, melihat tanda air, dan memperhatikan detail cetakan dapat membantu mendeteksi keaslian uang.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi peredaran uang palsu. Kerja sama antara pedagang, pembeli, dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Peristiwa di Pasar Perbaungan ini menjadi perhatian serius bagi warga Sergai. Selain menjaga keamanan transaksi, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap bijak dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari medan.kompas.com
- Gambar Kedua dari jatim.tribunnews.com