Seorang mahasiswa Unimed di Medan menjadi korban perampokan saat tengah merokok di pinggir jalan, motor yang digunakannya untuk ojek raib.
Kehidupan mahasiswa perantauan tidak selalu dihiasi kisah perjuangan yang manis. Di balik semangat menimba ilmu, ada realitas keras yang kerap menghantui. Itulah yang dialami seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Medan yang harus menerima kenyataan pahit setelah sepeda motor yang digunakannya untuk bekerja sebagai ojek online dirampok.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Kronologi Perampokan Yang Mengejutkan
Menurut keterangan korban, malam itu ia baru saja menyelesaikan pesanan terakhir sebagai pengemudi ojek online. Karena merasa lelah, ia memutuskan berhenti sejenak di pinggir jalan yang tidak terlalu ramai untuk merokok dan beristirahat.
Tak lama berselang, seorang pria tak dikenal menghampirinya dan mengajak berbincang. Awalnya percakapan berlangsung biasa. Pelaku menanyakan alamat dan berpura-pura kebingungan mencari lokasi tertentu. Korban yang tidak menaruh curiga pun mencoba membantu.
Namun situasi berubah ketika pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan mengancam. Dalam kondisi panik dan takut, korban tidak mampu melawan. Motor beserta kunci dan beberapa barang berharganya dibawa kabur. Kejadian berlangsung begitu cepat, hanya dalam hitungan menit.
Motor Ojol, Sumber Nafkah Yang Hilang
Bagi sebagian mahasiswa, menjadi pengemudi ojek online bukan sekadar pekerjaan sampingan. Aktivitas tersebut menjadi tumpuan utama untuk membayar uang kuliah, biaya kos, hingga kebutuhan sehari-hari.
Begitu pula dengan korban. Motor yang dirampas bukan hanya kendaraan biasa, melainkan aset utama untuk bertahan hidup di perantauan. Tanpa motor tersebut, ia kehilangan sumber penghasilan yang selama ini menopang kebutuhannya.
Kehilangan ini tentu berdampak besar. Selain kerugian materi yang ditaksir mencapai belasan juta rupiah, ada beban psikologis yang tidak ringan. Rasa trauma dan ketakutan membuat korban kini lebih waspada dan enggan beraktivitas malam hari.
Baca Juga: Aksi Nekat Maling Motor di Marelan, Modus Mobil Dan Target Gembok Luar
Respons Kepolisian dan Upaya Penyelidikan
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Aparat dari Polrestabes Medan menyatakan tengah melakukan penyelidikan dan memburu pelaku berdasarkan ciri-ciri yang diberikan korban.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berhenti di lokasi sepi pada malam hari. Pihak kepolisian berjanji akan meningkatkan patroli guna menekan angka kejahatan jalanan.
Kejadian ini menambah daftar kasus perampokan kendaraan bermotor di wilayah Sumatera bagian utara. Data kriminalitas menunjukkan bahwa aksi pencurian dengan kekerasan masih menjadi perhatian serius aparat keamanan di Sumatera Utara.
Pelajaran Berharga Bagi Mahasiswa dan Pengemudi Ojol
Kasus ini menyisakan duka sekaligus pelajaran penting. Pertama, kewaspadaan harus tetap dijaga, bahkan dalam situasi yang tampak aman. Berhenti di lokasi gelap atau sepi sebaiknya dihindari, terutama saat malam hari.
Kedua, penting bagi pengemudi ojek online untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar. Jika merasa diikuti atau didatangi orang mencurigakan, sebaiknya segera berpindah ke tempat yang lebih ramai atau terang.
Ketiga, dukungan sosial sangat dibutuhkan bagi korban tindak kriminal. Kampus, teman, maupun komunitas pengemudi ojol dapat berperan membantu, baik secara moral maupun material. Solidaritas menjadi kekuatan yang mampu meringankan beban korban.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari KOMPAS.com
- Gambar Kedua dari detikNews