Musda Golkar Sumut sempat memanas setelah massa pendukung membawa kayu dan petasan ke lokasi acara ketegangan terjadi di luar arena sebelum sidang dimulai.
Aparat kepolisian bersama panitia bergerak cepat mengamankan situasi dan menyita barang berbahaya. Meski suasana sempat ricuh, Musda akhirnya tetap berlangsung dengan pengamanan ketat demi menjaga keselamatan peserta dan memastikan agenda pemilihan ketua berjalan sesuai mekanisme partai.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Ketegangan Pecah di Musda Golkar Sumut
Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara yang digelar pada Sabtu (1/2/2026) sempat memanas setelah massa pendukung calon ketua membawa kayu dan petasan ke lokasi acara. Situasi ini menimbulkan ketegangan antara pendukung calon yang berbeda, sehingga pihak keamanan harus turun tangan untuk menenangkan suasana.
Ketua panitia Musda, Andi Pratama, menyatakan bahwa kericuhan tersebut terjadi karena adanya ketegangan yang meningkat di luar ruangan sebelum acara resmi dimulai. “Kami mengimbau semua pihak agar menahan diri dan menyerahkan penyelesaian perselisihan melalui mekanisme partai,” ujarnya.
Polisi dan petugas keamanan internal Golkar langsung melakukan pengamanan di sekitar area Musda. Meski sempat panik, situasi dapat dikendalikan sehingga Musda tetap berlangsung dengan protokol keamanan ketat.
Pendukung Membawa Kayu dan Petasan ke Lokasi
Menurut saksi mata, beberapa pendukung membawa kayu dan petasan sebagai bentuk protes terhadap jalannya Musda. Aksi ini memicu kepanikan di kalangan peserta dan pengunjung. Aparat kepolisian segera mengamankan barang-barang tersebut dan meminta massa untuk membubarkan diri secara tertib.
“Kami menemukan beberapa petasan dan kayu di sekitar lokasi Musda, semua telah diamankan oleh polisi sebelum menimbulkan bahaya lebih besar,” kata seorang petugas keamanan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah insiden yang lebih serius.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti membawa atau menggunakan barang berbahaya. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan seluruh peserta dan memastikan Musda tetap berjalan aman.
Baca Juga: Sosok Syalihin Terpidana Mati Kabur, Pengendali 214 Kg Ganja Aceh-Medan
Upaya Menenangkan Suasana
Pihak panitia bersama aparat kepolisian dan TNI melakukan pendekatan persuasif terhadap massa yang memanas. Mereka mengimbau agar setiap pendukung tetap tenang dan mengikuti jalannya Musda sesuai aturan partai.
Selain itu, beberapa tokoh senior Golkar turun tangan untuk meredakan ketegangan. Mereka mengingatkan bahwa penyelesaian konflik internal harus melalui musyawarah dan mekanisme partai, bukan aksi anarkis.
Pendekatan ini membuahkan hasil. Massa mulai tenang, dan Musda dapat dilanjutkan dengan protokol keamanan ekstra. Panitia memastikan jalannya acara tetap kondusif dan semua peserta dapat mengikuti sidang pleno tanpa gangguan berarti.
Agenda Utama Musda dan Target Golkar
Musda Golkar Sumut tetap fokus pada pemilihan ketua baru dan pembahasan program kerja partai ke depan. Meski sempat memanas, acara ini menjadi sarana penting untuk menyatukan visi dan misi anggota partai.
Ketua Golkar Sumut terpilih diharapkan mampu membawa partai lebih solid dan siap menghadapi agenda politik mendatang. Semua pihak diimbau agar mendukung keputusan musyawarah dan menjaga persatuan internal.
Panitia menegaskan bahwa pelajaran dari insiden ini akan dijadikan evaluasi untuk pengamanan Musda selanjutnya. Dengan pengalaman ini, Golkar Sumut berharap Musda berikutnya dapat berjalan lebih aman, tertib, dan tetap menjadi ajang demokrasi internal partai.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com