Lonjakan harga daging sapi di Pasar Sukaramai Medan jelang Lebaran membuat warga menjerit dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Jelang Lebaran 1447 H/2026, harga daging sapi di Pasar Sukaramai Medan melonjak drastis hingga Rp150 ribu per kg, memicu keluhan warga yang kesulitan belanja kebutuhan hari raya. Kenaikan ini akibat permintaan tinggi saat Ramadan ditambah biaya peternakan yang meroket. Pedagang dan Disperindagkop pantau ketat, tapi warga tetap was-was stok dan harga stabil.
Simak beragam informasi menarik dan bermanfaat berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Medan.
Kenaikan Harga Drastis
Harga daging sapi kualitas super di Pasar Sukaramai tembus Rp150 ribu/kg, naik dari Rp130-140 ribu awal Ramadhan. Pedagang Bayu (55) sebut lonjakan karena permintaan Lebaran, meski pembeli sepi akibat daya beli lemah. “Stok melimpah tapi harga terpaksa naik dari RPH,” katanya Rabu (18/3/2026). Prediksi capai Rp170 ribu jika pasokan terganggu.
Sofyan (48) jual 50 kg/hari biasa, kini lesu karena warga pilih daging ayam murah. Konsumen seperti Nur (38) kurangi porsi, beli secukupnya untuk opor Lebaran. Kenaikan 15-20% ini seragam di pasar Medan, cabai merah ikut Rp44 ribu/kg. Gubsu Bobby Nasution sidak sebut masih di bawah HET Rp160 ribu.
Warga protes keras karena inflasi pangan 5-7%. Efek domino ke menu sahur dan buka puasa berubah drastis. Banyak ibu rumah tangga cari alternatif protein nabati lebih murah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Respons Pedagang Lokal
Pedagang sesuaikan harga dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang naik 10%. Bayu potong daging segar impor Brasil dan lokal, tapi biaya logistik panen kering tambah beban. “Kami pikirkan konsumen, untung tipis demi langganan tetap,” ujarnya. Strategi bundling tulang sup jaga omset harian.
Sofyan stok 100 kg/hari, jual eceran 250 gram hemat dompet. Tahun lalu lebih ramai, ekonomi sulit kali ini. Para pedagang koordinasi Disperindagkop pantau HET, cegah kartel harga. Diskon grosir RT/RW untuk takbiran jadi daya tarik.
Beberapa pedagang impor Australia antisipasi kekurangan lokal. Koordinasi ketat cegah spekulasi harga liar. Pedagang harap intervensi pemerintah stabilkan pasokan akhir puasa.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Penjualan Baju Meledak! Ini Alasan Pajak Sambu Ramai Dibicarakan
Dampak Ekonomi Warga
Warga Medan seperti Ibu Nur alihkan menu ke ayam Rp50 ribu/kg atau telur Rp1.800/butir. “Daging sapi mewah sekarang, opor Lebaran pakai ayam aja,” keluhnya. Daya beli turun 30% sejak awal puasa. Anak muda pilih plant-based impor murah.
Ibu rumah tangga prioritaskan beras dan minyak, kurangi protein hewani. Efek domino ke UMKM katering Lebaran sepi order. Keluarga kecil beli 1 kg untuk 3 hari, hemat ketat.
Inflasi pangan tipis APBN Sumut, warga harap stabilisasi stok dari Jawa Timur. Banyak yang kurangi tradisi masak daging, ganti tempe goreng kering.
Upaya Stabilisasi Pemerintah
Disperindagkop Medan sidak pasar, Gubsu Bobby catat daging Rp135-140 ribu masih normal di bawah HET. Operasi pasar tambah pasokan 20 ton impor Australia mulai 25 Maret. Satgas Pangan pantau 24 jam, sanksi pedagang bandar.
Program bansos daging beku gratis bagi 5.000 PKH di kecamatan rawan. Petani lokal didorong kurbankan sapi lebih awal. Pemprov Sumut koordinasi Kemendag impor darurat 500 ton.
Edukasi belanja pintar via aplikasi PIHPS, prediksi harga turun pasca-Lebaran. Gubernur imbau warga sabar, stok aman hingga H+7. Monitoring ketat cegah krisis pangan Lebaran.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Medan kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari medan.viva.co.id