Seorang pencuri nekat beraksi di Marelan, menggunakan mobil sebagai kedok dan menargetkan sepeda motor dengan gembok luar.
Kasus pencurian sepeda motor kembali terjadi di Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, menyoroti kerentanan keamanan perumahan. Pelaku beraksi terencana, menggunakan mobil sebagai kedok dan membongkar gerbang rumah korban. Peristiwa ini menimpa Rizal (30), yang kehilangan kendaraannya dini hari setelah kembali dari luar kota.
Simak beragam informasi menarik dan bermanfaat berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Medan.
Kronologi Pencurian Motor di Marelan
Aksi pencurian terjadi Jumat (13/2/2026) dini hari, saat Rizal kembali ke rumah di Jalan Baut setelah seminggu absen. Saat pulang, sepeda motornya yang terparkir di teras sudah raib. Tetangga menyebut pelaku terlihat mondar-mandir sejak Kamis (12/2/2026) pukul 18.00 WIB.
Menurut Rizal, pelaku datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil dan memarkirkan kendaraannya tepat di depan rumahnya. Mobil ini diduga digunakan sebagai penutup aktivitas mereka saat membongkar gembok gerbang secara perlahan. Pembongkaran gerbang dilakukan sejak pukul 18.00 WIB, dengan pengambilan motor baru dilakukan pada pukul 05.00 WIB subuh.
Rizal menduga pelaku berjumlah dua orang. Meskipun tidak melihat wajah mereka dengan jelas, ia mengamati salah satu pelaku memiliki ciri fisik khusus, yaitu kaki kirinya pincang. Pelaku lainnya juga terlihat masuk ke dalam area rumah, menunjukkan bahwa aksi ini dilakukan secara terorganisir oleh lebih dari satu orang.
Modus Operandi Pelaku Dan Kerugian Korban
Pelaku menunjukkan modus operandi yang rapi dan terencana, menggunakan mobil untuk menyamarkan aktivitas mereka saat membongkar gerbang. Penempatan mobil di depan rumah korban berfungsi sebagai penghalang pandangan, memungkinkan pelaku bekerja tanpa terlalu menarik perhatian. Ini menunjukkan tingkat keberanian dan perhitungan dari para pencuri.
Rizal menduga gembok gerbang yang terpasang di luar rumah menjadi sasaran empuk bagi pelaku. Kondisi gembok yang mudah dijangkau dari luar serta kemungkinan pelaku mengira rumah dalam keadaan kosong, memicu keberanian mereka. “Mungkin karena gembok di luar, jadi kelihatan orang untuk dibongkar. Pikirnya mungkin rumah kosong,” ujar Rizal.
Akibat kejadian ini, Rizal mengalami kerugian yang cukup besar, mencapai Rp. 40 juta. Nilai kerugian ini mencerminkan dampak finansial signifikan yang harus ditanggung korban. Insiden ini tidak hanya meninggalkan kerugian materi, tetapi juga trauma psikologis bagi Rizal.
Baca Juga: Wali Kota Padangsidimpuan Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil
Hambatan Pelaporan Dan Respon Pihak Berwajib
Hingga saat ini, Rizal mengaku belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan biaya yang harus dikeluarkan dan ketidakpastian akan hasil yang didapatkan dari proses pelaporan. “Belum lapor. Kata kawan, kita harus keluar duit dulu belum tentu dapat hasil. Saya baru sampai rumah ini, jadi masih pusing mikirnya,” keluh Rizal.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Dr. Hamzar Nodi, enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi mengenai laporan pencurian ini. Respon ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur dan transparansi penanganan kasus pencurian oleh pihak kepolisian. Hal ini juga memperburuk perasaan frustrasi dan ketidakberdayaan yang dialami korban.
Situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan, terutama jika terdapat persepsi mengenai biaya atau birokrasi yang rumit. Kurangnya respons dari pihak berwenang dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan keadilan.
Peningkatan Kewaspadaan Lingkungan
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga Marelan dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan. Modus operandi pelaku yang menggunakan mobil dan menargetkan gembok luar harus menjadi perhatian serius. Edukasi mengenai pentingnya pengamanan rumah dan barang berharga perlu digalakkan.
Pemasangan sistem keamanan tambahan seperti CCTV, pengunci ganda, atau alarm dapat menjadi langkah preventif yang efektif. Selain itu, komunikasi yang baik antarwarga dan pembentukan sistem keamanan lingkungan juga krusial. Warga harus lebih aktif dalam memantau dan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka.
Kasus ini menggarisbawahi perlunya kerjasama antara masyarakat dan pihak kepolisian dalam mencegah tindak kejahatan. Meskipun Rizal belum melapor, kasus ini harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat merasa lebih aman di lingkungan mereka.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Medan kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari medan.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari kaltimpost.jawapos.com