Sebuah bengkel tambal ban di Jalan Asrama, Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, ludes terbakar pada Minggu (8/3/2026).
Api membesar dengan cepat karena banyak ban bekas dan bahan mudah terbakar di dalam bengkel. Warga sekitar panik dan mengungsi sementara, sedangkan pemilik bengkel tidak mampu memadamkan api. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan situasi, sementara aparat setempat menyarankan langkah pencegahan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Bengkel Tambal Ban Medan Terbakar Total
Satu bangunan yang dijadikan bengkel tambal ban di Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, ludes terbakar pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk memadamkan api, dan berhasil mengendalikan situasi setelah beberapa jam.
Salah seorang pengendara, Sri Utami (26), menjadi saksi mata kejadian tersebut. Ia menceritakan bahwa api awalnya terlihat kecil, namun dalam hitungan menit, kobaran api membesar dengan cepat. Sri Utami menambahkan, kepanikan pun terjadi di sekitar lokasi karena asap tebal menyelimuti jalan.
“Awalnya api kecil tiba-tiba menjadi besar. Saya kira karena banyak ban bekas, bahan bakar, serta bangunan semi permanen sehingga mudah terbakar,” ujar Sri Utami saat ditemui di lokasi kejadian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Upaya Pemilik dan Evakuasi Awal
Mengetahui kobaran api, pemilik bengkel sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, upaya tersebut gagal karena api telah membesar dan menyebar ke seluruh bangunan. Pemilik bengkel kemudian terpaksa meninggalkan lokasi untuk mencari tempat aman, sementara warga sekitar bergegas menjauh untuk menghindari bahaya.
“Sempat berusaha dipadamkan apinya, tetapi karena api terlalu besar tidak sanggup memadamkannya,” ucap pemilik bengkel. Ia kemudian meninggalkan lokasi untuk mencari tempat aman dan memastikan keselamatan diri.
Warga sekitar juga diminta menjauh dari lokasi agar tidak membahayakan keselamatan mereka. Aparat kepolisian membantu mengatur lalu lintas di sekitar Jalan Asrama agar mobilisasi kendaraan tetap lancar selama proses pemadaman.
Baca Juga: GEGER! Pusat Pasar Medan Ramai Pembeli, Fakta Pedagang Bikin Heboh!
Faktor Penyebab dan Risiko Kebakaran
Bengkel tambal ban umumnya menyimpan banyak bahan mudah terbakar, termasuk ban bekas, oli, dan bahan bakar. Hal ini membuat api mudah menjalar dengan cepat jika terjadi percikan atau kelalaian. Oleh karena itu, petugas pemadam kebakaran selalu mengingatkan pemilik bengkel untuk menata bahan mudah terbakar dengan aman dan menyediakan alat pemadam api yang memadai.
Kebakaran bangunan semi permanen juga memperparah situasi. Struktur bangunan yang mudah terbakar dan rapat meningkatkan risiko penyebaran api ke seluruh area bengkel. Petugas pemadam kebakaran menekankan pentingnya kewaspadaan pemilik usaha terhadap risiko kebakaran. Mereka disarankan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) dan menjaga jarak
Petugas pemadam kebakaran mengingatkan pemilik usaha agar selalu menyiapkan alat pemadam kebakaran (APAR) dan menjaga jarak bahan mudah terbakar dari sumber api. Pencegahan dini sangat penting untuk meminimalkan risiko kebakaran serupa.
Penanganan dan Langkah Pencegahan
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan pemeriksaan sisa bangunan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih menyala. Seluruh lokasi kini diamankan, dan proses investigasi untuk menentukan penyebab pasti kebakaran tengah berlangsung.
BPBD Kota Medan menyarankan agar pemilik bengkel melakukan pengecekan rutin instalasi listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar. Sosialisasi keselamatan kebakaran juga penting untuk semua pemilik usaha di kawasan Medan Helvetia.
Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran di masa depan. Warga diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dan melaporkan kejadian sekecil apapun untuk penanganan cepat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari medan.pikiran-rakyat.com