Pemerintah menyalurkan dana Rp 1 miliar untuk membantu korban banjir Medan mempercepat pemulihan dan kebangkitan.
Banjir yang melanda Kota Medan pada November 2026 meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga, merusak rumah dan menghilangkan harta benda. Kini, harapan kembali hadir setelah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam menyalurkan bantuan untuk membantu korban membangun kembali kehidupan mereka.
Simak beragam informasi menarik dan bermanfaat berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Medan.
Bantuan Tahap II Untuk Pemulihan Rumah Warga Terdampak
Sebanyak 50 kepala keluarga di Kota Medan yang terdampak banjir November 2026 menerima bantuan tahap II perbaikan rumah dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Bantuan ini menjadi bagian pemulihan pascabencana hidrometeorologi Siklon Senyar.
Program bantuan ini bertujuan meringankan beban korban serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak. Penyaluran tahap II menegaskan komitmen pemerintah mendukung masyarakat terdampak agar dapat membangun kembali hunian yang layak dan aman.
Total anggaran yang digelontorkan untuk bantuan tahap II ini mencapai Rp 1.095.000.000, atau lebih dari satu miliar rupiah. Dana besar ini dialokasikan untuk 50 KK yang tersebar di berbagai lokasi terdampak banjir. Bantuan ini menjadi angin segar bagi para korban yang telah lama menanti uluran tangan untuk memulihkan kondisi rumah mereka.
Alokasi Dana Berdasarkan Tingkat Kerusakan
Bantuan tersebut dibagi berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Sebanyak 27 KK yang mengalami kerusakan ringan menerima masing-masing Rp 15.000.000. Dengan demikian, total dana yang disalurkan untuk kategori rusak ringan mencapai Rp 405.000.000. Nominal ini diharapkan cukup untuk melakukan perbaikan esensial pada bagian rumah yang terdampak tidak terlalu parah.
Sementara itu, 23 KK yang masuk kategori rusak sedang mendapatkan alokasi bantuan yang lebih besar, yakni Rp 30.000.000 per rumah. Total dana untuk kategori ini mencapai Rp 690.000.000. Pembagian dana ini menunjukkan adanya penyesuaian berdasarkan kebutuhan nyata korban, memastikan bantuan tepat sasaran sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami.
Pembagian ini mencerminkan prinsip keadilan dan efektivitas dalam penyaluran bantuan pascabencana. Dengan mengkategorikan tingkat kerusakan, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap korban menerima bantuan yang proporsional dengan kerugian yang mereka alami. Hal ini penting untuk mendukung proses pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Baca Juga: Medan Ikut Bergetar! Gempa M6,4 di Sinabang Bikin Warga Panik Keluar Rumah
Kisah Pilu Korban Dan Harapan Baru Nurhaida Manurung
Salah satu penerima bantuan, Nurhaida Manurung, warga Jalan Starban, Polonia, Medan, menjadi contoh korban yang paling parah terdampak. Ia menceritakan bagaimana banjir menyebabkan dua bangunan miliknya hanyut, termasuk dapur dan rumah sewa. Rumah sewa tersebut merupakan sumber harapan ekonominya, dibangun dari pinjaman modal yang kini harus tetap dibayar.
“Semua habis. Rumah sewa itu sumber harapan kami. Sekarang tinggal gaji pensiun sekitar Rp 900 ribu setelah dipotong angsuran pinjaman bangunan yang sudah hanyut,” ujar Nurhaida dengan nada pilu. Kisahnya menggambarkan betapa parahnya dampak banjir terhadap kehidupan dan mata pencaharian korban.
Namun, dengan adanya bantuan ini, Nurhaida kini memiliki harapan baru untuk bangkit. Bantuan finansial ini diharapkan dapat membantu Nurhaida memulai kembali perbaikan rumahnya dan secara bertahap membangun kembali kehidupannya yang sempat terpuruk. Ini adalah langkah awal menuju pemulihan yang lebih baik.
Mardian Habibie Gultom, Bertahan Dari Terjangan Air Bah
Warga lain, Mardian Habibie Gultom, juga berbagi kisah pahitnya. Ia bersama empat anaknya harus bertahan di lantai dua rumahnya saat air bah datang, sebelum akhirnya memutuskan mengungsi demi keselamatan. “Air datang sangat kuat, tiba-tiba tembok jebol dan atap runtuh,” tuturnya, menggambarkan kengerian saat bencana melanda.
Ketinggian air yang mencapai 1,2 hingga 2 meter membuat Mardian dan keluarga tidak sempat menyelamatkan harta benda, termasuk perabotan, kendaraan, dan dokumen penting. Kondisi ini membuat mereka harus memulai semuanya dari nol, tanpa sisa-sisa barang berharga yang bisa diselamatkan dari terjangan banjir.
Mardian berharap proses perbaikan rumah dapat segera tuntas agar keluarganya kembali tinggal dengan aman dan nyaman. “Semoga perbaikan rumah ini bisa berlangsung lancar, mungkin belum bisa sepenuhnya tapi yang penting sedikit-sedikit bisa diperbaiki untuk tempat tinggal,” pungkasnya. Bantuan ini adalah langkah awal untuk mewujudkan harapan tersebut.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Medan kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari money.kompas.com
- Gambar Kedua dari detik.com