Posted in

Lansia Diduga Cabuli Puluhan Anak, Modusnya Beri Uang Jajan Rp2 Ribu

Kasus dugaan pelecehan terhadap 20 siswi SD di Deli Serdang terungkap, pelaku lansia menggunakan modus pemberian uang jajan Rp2 ribu.

Lansia Diduga Cabuli Puluhan Anak Modusnya Beri Uang Jajan

Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak kembali mengguncang masyarakat. Kali ini, peristiwa memilukan tersebut terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan korban diduga mencapai 20 siswi sekolah dasar. Pelaku yang merupakan seorang lansia diduga menggunakan modus sederhana namun berbahaya, yakni memberikan uang jajan sebesar Rp2 ribu kepada para korban.

Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.

Terungkapnya Dugaan Kasus Pelecehan

Kasus ini mencuat setelah salah satu orang tua korban melaporkan adanya perubahan perilaku pada anaknya. Anak tersebut terlihat murung, enggan berangkat ke sekolah, dan menunjukkan ketakutan berlebihan ketika berada di luar rumah. Kecurigaan ini mendorong keluarga untuk menggali lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi.

Dari hasil penelusuran keluarga dan pihak sekolah, terungkap bahwa dugaan pelecehan tidak hanya dialami oleh satu anak. Sejumlah siswi lain mulai berani bercerita kepada orang tua dan guru mengenai pengalaman serupa yang mereka alami. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib.

Polisi segera turun tangan dengan melakukan pemeriksaan awal terhadap para korban, saksi, dan terduga pelaku. Berdasarkan data sementara, jumlah korban diduga mencapai sekitar 20 siswi sekolah dasar, meski angka tersebut masih bisa bertambah seiring proses pendalaman.

Modus Uang Jajan Rp2 Ribu

Modus yang digunakan terduga pelaku tergolong sederhana namun efektif. Pelaku diduga mendekati anak-anak dengan dalih memberi uang jajan sebesar Rp2 ribu, jumlah yang bagi anak-anak cukup menarik. Pemberian uang tersebut dilakukan secara berulang sehingga menimbulkan rasa percaya.

Setelah korban merasa akrab, pelaku diduga mulai melancarkan aksinya secara bertahap. Anak-anak yang belum memahami sepenuhnya batasan perilaku orang dewasa menjadi sasaran empuk karena mudah dipengaruhi dan takut untuk bercerita.

Aparat menilai modus ini menunjukkan adanya pola dan dugaan kesengajaan. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi psikologis anak-anak, serta minimnya pengawasan di waktu dan lokasi tertentu, untuk menjalankan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan awal.

Baca Juga: Viral! Korban Penyerangan Jadi Tersangka Penganiayaan di Deli Serdang

Profil Terduga Pelaku Lansia

Profil Terduga Pelaku Lansia

Terduga pelaku merupakan seorang pria lanjut usia yang dikenal oleh warga sekitar. Selama ini, ia tidak pernah menimbulkan kecurigaan serius dan kerap berinteraksi dengan anak-anak di lingkungan tersebut. Hal ini membuat aksinya diduga berlangsung cukup lama tanpa terdeteksi.

Warga mengaku terkejut ketika mengetahui dugaan perbuatan tersebut. Sosok pelaku selama ini dikenal pendiam dan tidak menunjukkan perilaku mencurigakan. Kepercayaan masyarakat terhadap pelaku inilah yang diduga dimanfaatkan untuk mendekati para korban.

Pihak kepolisian kini telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu, penyidik juga menelusuri apakah ada faktor lain yang mendorong tindakan tersebut serta kemungkinan adanya korban tambahan.

Dampak Psikologis Pada Korban

Kasus dugaan pelecehan ini menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi para korban. Beberapa anak dilaporkan mengalami trauma, ketakutan, dan perubahan perilaku yang signifikan. Kondisi ini memerlukan pendampingan khusus dari orang tua dan tenaga profesional.

Psikolog anak menegaskan bahwa korban pelecehan seksual berisiko mengalami gangguan emosional jangka panjang jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pemulihan mental korban menjadi prioritas utama selain proses hukum terhadap pelaku.

Pihak sekolah dan pemerintah daerah diharapkan turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan psikologis. Lingkungan yang aman dan suportif sangat dibutuhkan agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas belajar tanpa rasa takut.

Proses Hukum Dan Imbauan kepada Masyarakat

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Terduga pelaku akan dijerat dengan pasal terkait perlindungan anak dengan ancaman hukuman berat, mengingat jumlah korban yang banyak dan usia mereka yang masih sangat rentan.

Selain proses hukum, aparat juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar anak. Orang tua diminta untuk aktif berkomunikasi dengan anak dan memberikan pemahaman tentang batasan aman dalam berinteraksi dengan orang lain.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa pelecehan terhadap anak dapat terjadi dengan modus yang sangat sederhana. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari KOMPAS.com
  2. Gambar Kedua dari KOMPAS.com