Dua bulan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, empat desa di Kecamatan Tukka masih terisolasi.
Desa Sigiring-giring, Sait Kalangan, Aek Bottar, dan Saurmanggita terjebak timbunan longsor, membuat akses jalan dan jembatan nyaris putus. TNI AD bersama masyarakat setempat terus bekerja membuka jalan, memperbaiki jembatan, dan membersihkan material longsor.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Empat Desa Tapanuli Tengah Masih Terisolasi
Dua bulan setelah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November 2025, sebagian warga masih menghadapi kesulitan berat. Beberapa desa di Kecamatan Tukka hingga kini tetap terisolasi akibat kerusakan parah pada jalan dan jembatan.
BPBD dan pihak terkait telah melakukan berbagai upaya pemulihan, namun kondisi geografis yang berada di lereng perbukitan terjal menjadi tantangan utama. Desa yang terdampak, antara lain Sigiring-giring, Sait Kalangan, Aek Bottar, dan Saurmanggita, sulit diakses karena tanah longsor yang menutupi jalur utama.
Masinton, pejabat setempat, menyampaikan bahwa meski sebagian desa sudah bisa dijangkau dengan alat berat, beberapa titik akses jalan tetap terhambat longsor. “Keempat desa ini memang rawan longsor bahkan sebelum bencana terjadi,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (29/1/2026). Hal ini membuat proses pemulihan menjadi lebih lambat dari yang diharapkan.
Jalan dan Jembatan Terputus Longsor
Sebelum bencana melanda, salah satu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapanuli Tengah sedang bekerja membersihkan jalan yang rawan longsor. Namun, hujan deras dan tanah labil membuat ekskavator tersebut ikut terjebak di tengah timbunan longsor.
Selain itu, sejumlah jembatan yang menghubungkan desa-desa terdampak juga nyaris putus. Ada sekitar 12 jalan dan jembatan yang harus segera diperbaiki agar akses warga kembali normal. Kondisi ini membuat warga kesulitan untuk beraktivitas maupun membawa hasil pertanian keluar dari desa.
BPBD bersama TNI AD, Dinas PU, dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan timbunan longsor. Pengerjaan secara bertahap dilakukan, termasuk membuka jalan yang hampir putus dan memperbaiki jembatan yang rusak. Meskipun progresnya lambat, semangat gotong royong menjadi kunci agar desa-desa terdampak bisa segera terhubung kembali.
Baca Juga: Unik! SD Muhammadiyah 08 Medan Wajibkan Murid Tidur Siang Sejak 2015
TNI AD Tanggulangi Kerusakan Infrastruktur
Personel TNI AD dari Korem, Kodim, dan Batalyon TP (Teritorial Pembangunan) mengambil peran penting dalam pemulihan infrastruktur. Mereka secara bertahap berhasil menyelesaikan pengerjaan dua jembatan armco yang vital untuk akses ke desa terdampak.
Masinton menjelaskan bahwa proses pengerjaan jalan dan jembatan masih terus berjalan. Tim gabungan harus bekerja ekstra hati-hati karena kondisi tanah yang labil dan risiko longsor susulan masih tinggi. Keamanan personel menjadi prioritas utama selama proses pemulihan.
Selain infrastruktur, TNI juga membantu distribusi logistik ke desa-desa terisolasi. Makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok warga disalurkan secara bertahap agar kehidupan di desa terdampak tetap berjalan meski akses jalan belum sepenuhnya pulih.
Warga Bertahan di Tengah Terisolasi
Kondisi terisolasi membuat warga harus beradaptasi dengan keterbatasan. Mereka memanfaatkan jalur darurat dan bantuan dari personel TNI untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak-anak, lansia, dan warga rentan menjadi kelompok yang paling terdampak oleh kondisi ini.
Meski begitu, warga tetap menunjukkan semangat pantang menyerah. Gotong royong antarwarga, saling membantu mengangkut logistik, dan menjaga jalur darurat menjadi bagian dari strategi mereka bertahan. Semangat ini membantu mengurangi dampak psikologis dari bencana yang masih membekas.
Pemerintah daerah terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan. Masinton menegaskan bahwa pembukaan akses jalan dan perbaikan jembatan akan terus dilakukan hingga seluruh desa di Kecamatan Tukka kembali terhubung sepenuhnya, meski prosesnya membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari medan.kompas.com
- Gambar Kedua dari medan.kompas.com