Seorang bocah SD di Medan terseret sepeda motor sejauh 100 meter saat mengejar pencuri yang mengambil handphone miliknya.
Kejadian yang viral ini membuat korban mengalami trauma. Kini, Polda Sumatera Utara memberikan pendampingan psikososial, termasuk dukungan emosional dan penguatan mental, agar anak dapat kembali merasa aman dan beraktivitas normal.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Medan yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Medan.
Bocah SD di Medan Terseret Motor Saat HP Dicuri
Seorang bocah perempuan berinisial JV (9) menjadi korban pencurian di Medan, Sumatera Utara. Kejadian itu viral di media sosial setelah video memperlihatkan korban terseret sepeda motor sejauh sekitar 100 meter saat berusaha mempertahankan handphone miliknya yang dicuri seorang pria.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (10/1) di Jalan AMD, Kecamatan Medan Marelan. Dalam video yang beredar, pelaku tampak masuk ke rumah warga secara diam-diam dan mengambil telepon genggam yang berada di rumah korban.
Korban yang masih mengenakan seragam SD menyadari aksi pelaku dan langsung mengejar. Ia berusaha mempertahankan hp miliknya dengan memegang sepeda motor pelaku, namun pelaku tancap gas sehingga bocah itu terseret cukup jauh, menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Polda Sumut Berikan Pendampingan Psikososial untuk Korban
Menanggapi peristiwa tersebut, Polda Sumatera Utara memberikan pendampingan psikososial kepada korban. Kasubbag Psipol Bagpsi Ro SDM Polda Sumut, Kompol Zulhafni, mengatakan pendampingan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi psikologis bocah yang mengalami trauma akibat kejadian itu.
“Pendampingan psikososial ini bertujuan membantu proses pemulihan psikologis korban,” ujar Zulhafni. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan penguatan mental kepada korban dan keluarganya agar tidak larut dalam trauma.
Zulhafni menambahkan, program pendampingan meliputi berbagai kegiatan, mulai dari dukungan emosional hingga edukasi sederhana. Hal ini dilakukan agar korban dapat kembali beraktivitas secara normal dan merasa aman di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Aksi Pencurian Berujung Fatal, Pria di Medan Tewas Tertusuk Pagar Besi
Dukungan Emosional dan Penguatan Mental
Dalam pendampingan, tim dari Polda Sumut memberikan dukungan emosional dan komunikasi empatik kepada korban dan keluarganya. Langkah ini bertujuan menumbuhkan kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan motivasi anak setelah mengalami peristiwa traumatis.
“Kami memberikan penguatan mental, motivasi, serta rasa aman kepada anak dan keluarganya agar trauma tidak berlarut-larut,” jelas Zulhafni. Program ini membantu korban untuk menghadapi ketakutan dan kekhawatiran pascakejadian.
Selain itu, edukasi sederhana juga diberikan agar korban memahami bahwa peristiwa seperti ini bukan kesalahan dirinya. Dukungan yang diberikan secara konsisten diharapkan dapat mengurangi dampak psikologis jangka panjang bagi bocah dan keluarganya.
Keluarga Korban Tanggapi Kasus Pencurian
Ibu korban, Susana, menyatakan peristiwa itu membuat keluarganya terpukul, namun mereka bersyukur pihak kepolisian memberikan pendampingan cepat. Ia mengaku anaknya kini mulai menunjukkan tanda-tanda kembali percaya diri dan berani beraktivitas di rumah maupun sekolah.
Sementara itu, kasus pencurian ini tengah ditangani aparat kepolisian. Pelaku yang terekam dalam video viral kini menjadi fokus penyelidikan, dengan harapan segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap keamanan lingkungan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan anak dan kewaspadaan terhadap aksi kriminal yang bisa terjadi di sekitar rumah maupun sekolah.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari medan.inews.id