Posted in

Walkot Rico Minta Dishub Tertibkan Jukir Liar Malam Tahun Baru

Fenomena juru parkir (jukir) liar yang menaikkan tarif di kawasan Lapangan Merdeka Medan kembali mencuat, khususnya malam pergantian tahun.

Walkot Rico Minta Dishub Tertibkan Jukir Liar Malam Tahun Baru

Praktik tidak terpuji ini meresahkan warga dan mencoreng citra ketertiban kota. ​Menanggapi keluhan masyarakat, Wali Kota Medan Rico Waas tak tinggal diam, secara tegas meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Medan untuk segera menertibkan oknum-oknum jukir liar tersebut.​

Simak beragam informasi menarik dan bermanfaat berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Medan.

Wali Kota Rico Waas Beri Peringatan Keras

Wali Kota Medan Rico Waas menunjukkan ketegasannya dalam menanggapi maraknya jukir liar di Lapangan Merdeka. Beliau secara langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan untuk segera mengambil tindakan tegas. Kenaikan tarif yang tidak sesuai aturan sangat merugikan masyarakat dan tidak dapat ditoleransi.

“Tidak boleh menaikkan tarif seperti itu, saya minta Dishub segera bereskan,” ujar Rico Waas saat diwawancarai. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjaga ketertiban dan memastikan pelayanan publik berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Selain itu, Rico Waas juga secara spesifik memanggil Plt Kepala Dinas Perhubungan Medan, Suriono. Perintah jelas diberikan untuk segera mengamankan jukir liar yang beroperasi di sekitar Lapangan Merdeka. Penertiban ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengembalikan kenyamanan bagi warga dan pengunjung.

Jukir Liar Berulah, Tarif Parkir Melambung Tinggi

Diberitakan sebelumnya, para juru parkir (jukir) liar kembali beraksi dengan menaikkan tarif hingga dua kali lipat pada malam tahun baru. Praktik ini terjadi di sejumlah titik strategis, khususnya di sekitar kawasan Lapangan Merdeka Medan. Kenaikan tarif ini jelas melanggar ketentuan yang ada dan sangat memberatkan masyarakat.

Seorang warga bernama Irianda menjadi salah satu korban praktik nakal ini. Ia mengaku harus membayar tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 5.000. Padahal, berdasarkan peraturan daerah yang berlaku, tarif parkir sepeda motor di Medan seharusnya hanya sebesar Rp 3.000. Selisih harga ini tentu saja sangat meresahkan.

Saat dikonfirmasi, Irianda menyampaikan kekecewaannya. “Tadi saya parkir di depan Posbloc diminta parkirnya Rp 5.000. Padahal saya sudah tanyakan biasanya Rp 3.000. Katanya karena malam tahun baru,” ujarnya. Alasan ‘malam tahun baru’ ini seringkali dijadikan dalih untuk pemungutan tarif yang tidak wajar.

Baca Juga: Huntara Siap Dihuni, Warga Korban Bencana Taput Target Januari 2026

Kecewaan Warga Terhadap Kinerja Petugas Dishub

Kecewaan Warga Terhadap Kinerja Petugas Dishub

Kekecewaan Irianda tidak hanya berhenti pada kenaikan tarif yang tidak wajar. Ia juga mengaku heran dan kecewa lantaran para juru parkir liar tersebut tidak ditertibkan oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub). Padahal, petugas Dishub terlihat berjaga di sekitar Lapangan Merdeka pada malam kejadian.

“Petugas Dishub ada di lokasi tetapi yang mengatur parkir justru juru parkir liar,” tambah Irianda dengan nada prihatin. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dan penindakan oleh pihak berwenang.

Masyarakat berharap Dinas Perhubungan dapat lebih proaktif dalam melakukan pengawasan dan penertiban. Kehadiran petugas seharusnya menjadi jaminan bahwa aturan ditegakkan, bukan malah membiarkan praktik pungutan liar berlanjut. Transparansi dan ketegasan sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Desakan Penertiban Total Dan Perlindungan Konsumen

Wali Kota Rico Waas menekankan pentingnya penertiban menyeluruh terhadap jukir liar. Beliau tidak ingin ada satupun oknum yang lolos dari tindakan. “Saya minta itu segera diamankan, diseser semua jangan sampai ada yang tertinggal,” ujarnya, memberikan mandat tegas kepada Dishub.

Langkah tegas dari pemerintah kota ini diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi para pelaku. Selain itu, penertiban total juga bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari praktik pemerasan. Setiap warga berhak mendapatkan layanan parkir dengan tarif yang sesuai aturan.

Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh warganya. Penertiban jukir liar adalah salah satu langkah penting dalam mewujudkan tata kelola kota yang lebih baik. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Medan kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Medan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com