Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepling HN di Kelurahan Griya Martubung.

Tindakan Ini merupakan peringatan keras bagi seluruh aparatur pemerintah agar kejujuran dan transparansi tetap dijaga. Pemko Medan memastikan distribusi logistik berjalan bersih dan tepat sasaran, sekaligus membuka kanal pengaduan masyarakat.
Simak peristiwa terbaru di Medan yang tengah ramai dibicarakan dan hanya kami hadirkan di Info Kejadian Medan.
Kepling di Medan Dicopot Usai Selewengkan Bantuan Banjir
Seorang Kepala Lingkungan (Kepling) berinisial HN di Kelurahan Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, dicopot mendadak dari jabatannya setelah diduga menyelewengkan bantuan untuk korban banjir. Aksi HN ini pertama kali terungkap melalui video yang viral di media sosial, sehingga menimbulkan kemarahan publik.
Dalam video tersebut, tampak HN menumpuk barang bantuan di salah satu toko di kawasan Griya Martubung. Ia berdalih menyimpannya untuk kebutuhan dapur umum, namun warga merasa curiga karena sebagian besar bantuan tidak segera dibagikan. Beberapa warga yang datang untuk meminta bantuan bahkan hanya menerima tiga butir telur.
Kondisi ini sontak memicu kekecewaan dan kemarahan warga yang terdampak banjir. Mereka mempertanyakan alasan bantuan kemanusiaan bisa disisihkan seperti itu. Kecurigaan pun berkembang apakah ada permainan di balik penyaluran bantuan tersebut? Kehebohan di lapangan akhirnya menarik perhatian Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Wali Kota Medan Ambil Langkah Tegas
Wali Kota Rico bergerak cepat begitu menerima laporan mengenai dugaan penyalahgunaan bantuan oleh Kepling HN. Ia menginstruksikan pihak kelurahan untuk segera memverifikasi informasi yang beredar di media sosial. Setelah laporan dinyatakan valid, Rico langsung memerintahkan pencopotan terhadap HN tanpa menunggu waktu lama.
“Kita sudah monitor dan konfirmasi dengan lurah. Ada kesalahan yang dilakukan, maka dicopot lah. Saya tidak mau ada Kepling atau lurah yang memanipulasi bantuan masyarakat. Ini kan duka kemanusiaan,” tegas Rico saat diwawancarai pada Rabu (11/12/2025).
Rico menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil untuk memberikan efek jera kepada seluruh aparatur pemerintahan di bawahnya. Ia juga menekankan bahwa kejujuran dan transparansi menjadi harga mati dalam penanganan bencana. “Kalau ada yang ikut bermain, pasti saya tegur saya tidak akan kompromi.
Baca Juga: Pemkot Medan Bertindak Tegas Cegah Spekulasi Harga Pasca Banjir
Peringatan Keras Bagi Aparatur Pemerintahan

Pencopotan HN tidak hanya berhenti sebagai tindakan administratif, tetapi menjadi peringatan keras dari Pemerintah Kota Medan kepada seluruh jajarannya. Rico menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi siapa pun yang berani menyelewengkan atau menahan bantuan di tengah penderitaan masyarakat.
Menurutnya, bencana adalah situasi darurat yang menuntut kecepatan dan kejujuran dalam bertindak. Aparatur pemerintah seharusnya menjadi garda depan dalam membantu warga, bukan justru mempermainkan bantuan untuk keuntungan pribadi. Bantuan itu amanah. Kalau masih ada yang bermain, artinya tidak punya hati nurani.
Langkah tegas Pemko Medan pun mendapat apresiasi warga. Banyak yang menilai tindakan cepat ini penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Mereka berharap, dengan ketegasan ini, distribusi logistik bantuan banjir dapat berjalan lebih bersih, cepat, dan tepat sasaran, tanpa ada potensi manipulasi di lapangan.
Kontroversi Komersialisasi Bantuan Masih Menjadi Sorotan
Kasus pencopotan Kepling HN ternyata membuka dugaan yang lebih luas. Dikutip dari laporan lapangan, isu mengenai bantuan banjir yang dijadikan objek komersial sudah beredar di beberapa wilayah lain di Medan. Ada kabar bahwa sejumlah oknum di tingkat kecamatan hingga lingkungan ikut mengambil keuntungan pribadi.
Wali Kota Rico pun mengaku murka luar biasa saat mendengar laporan bahwa bantuan logistik untuk korban banjir dipilah, ditahan, bahkan dikomersilkan. Saya tidak akan biarkan ada pihak yang memperdagangkan penderitaan warga. Bantuan itu bukan barang dagang, ujarnya dengan nada geram.
Saat ini, Pemko Medan bersama aparat penegak hukum tengah menelusuri dugaan keterlibatan oknum lain yang bermain dalam penyaluran bantuan. Pemerintah juga membuka kanal pengaduan bagi warga untuk melaporkan apabila menemukan penyimpangan.
Simak berita update lainnya tentang Medan dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Medan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari medan.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari metroindo.id